Dan memang terbukti demikian, meskipun awalnya berjalan dengan baik - dengan kebobolan lima gol melawan Chelsea, ditambah tiga gol melawan Sunderland, menjadikan West Ham kemasukan gol terbanyak yang pernah mereka terima dalam dua pertandingan pertama musim kompetisi papan atas Liga Primer Inggris.
Estevao melakukan kesalahan dalam proses terjadinya gol menakjubkan Paqueta, karena tendangan tumitnya di area pertahanan sendiri dengan mudah dicegat lawan.
Rekan senegaranya, Paqueta, masih harus berbuat banyak. Tanpa adangan di depannya, Paqueta mencoba dari jarak lebih dari 25 yard dan dari sudut yang kurang menguntungkan. Namun Paqueta menendang bola dengan kekuatan dan meliuk-liuk yang begitu dahsyat sehingga kiper Chelsea Robert Sanchez nyaris tak punya waktu untuk menjentikkan tangannya saat bola melesat melewatinya dan masuk ke gawang.
Itu baru awal dari beberapa menit terbaik Liga Primer Inggris musim ini sejauh ini.
Bek sayap West Ham, El Hadji Malick Diouf, menyundul umpan silang berbahaya ke belakang gawang Chelsea untuk tendangan sudut.
Namun, pertahanan tuan rumah kurang maksimal sejak bola mati, ketika Marc Cucurella menyundul umpan Neto yang disambut sundulan Pedro yang tak terkawal.
Hammers - julukan untuk West Ham - mengira mereka kembali unggul ketika Niclas Fullkrug memaksa bola masuk, tetapi Jean-Clair Todibo sudah berada dalam posisi offside.
Skor imbang 1-1 tidak bertahan lama karena Paqueta berubah dari pahlawan menjadi penjahat. Setelah sentuhan keras di tepi kotak penaltinya sendiri, dia kalah dalam perebutan bola dengan Chalobah, dan sementara pemain Brasil itu berusaha melakukan protes, Chelsea justru mencetak gol keunggulan. Pedro memberikan umpan silang ke tiang jauh dan penyelesaian akhir menjadi santapan lezat bagi Neto, yang mencuri bola di depan bek West Ham Aaron Wan-Bissaka.
Chelsea semakin meraja Lela sebelum gol ketiga tiba, dengan Fernandez dan Moises Caicedo saling mengoper bola beberapa kali tanpa bisa diganggu pemain tuan rumah.
Namun, pemain Argentina itu segera memberikan sentuhan akhir pada pergerakan indah yang melibatkan Estevao, Malo Gusto, dan Estevao lagi.
Tiba-tiba skor menjadi 3-1 untuk keunggulan Chelsea dan para pendukung The Bkues bersorak kegirangan.
"Apakah ada latihan kebakaran?" tanya mereka ketika beberapa pendukung West Ham menaiki tangga, entah untuk minum lebih awal guna meredakan rasa sakit hati atau mungkin, bahkan, untuk pulang.
Kiper Hammers, Mads Hermansen, gagal mengantisipas tendangan sudut Chelsea dan Caicedo memanfaatkan kesalahan Hermansen untuk menyundul bola dan mencatatkan namanya di papan skor sehingga Chelsea unggul 4-1.
Gawang West Ham segera kebobolan lagi lewat tendangan bebas, dengan Chalobah yang dengan cepat memasukkan bola ke gawang West Ham dari jarak dekat.
Tribun penonton sudah kosong ketika Sanchez melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan tembakan pemain pengganti West Ham, Freddie Potts, dan Caicedo menghalau tembakan Kyle Waker-Peters yang tepat berada di garis gawang.