"Keterbatasan permodalan sering kali menjadi penghambat perkembangan koperasi. Program Koperasi Manis hadir sebagai solusi untuk memperkuat permodalan, memperluas distribusi, dan mendukung kemandirian koperasi dalam memberikan dampak positif bagi perekonomian rakyat," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Endrizal, turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini. "Kami melihat Koperasi Manis sebagai langkah nyata bagaimana koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah tentu mendukung penuh agar model kolaborasi ini dapat direplikasi di berbagai daerah," ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh 12 perwakilan Kopdes/Kel dari Surabaya dan Sidoarjo. Seluruh ketua yang hadir merupakan mitra aktif Koperasi Kana dalam program Koperasi Manis. Di antaranya dari Sidoarjo: Koperasi Desa Merah Putih Kramat Temenggung, Koperasi Desa Merah Putih Jabon, Koperasi Desa Merah Putih Prasung, Koperasi Desa Merah Putih Kedondong, Koperasi Desa Merah PutihKemasan, Koperasi Desa Merah Putih Sadang, Koperasi Desa Merah Putih Bangsri Sukodono, dan Koperasi Desa Merah Putih Tambak Kalisogo.
Sementara dari Surabaya, perwakilan yang hadir antara lain: Koperasi Kelurahan Jambangan Kecamatan Jambangan, Koperasi Kelurahan Merah Putih Ngagel Rejo, Koperasi Kelurahan Merah Putih Semolowaru, dan Koperasi Kelurahan Merah Putih Banjar Sugihan.
BACA JUGA:5.000 Pelari Ramaikan wondr ITB Ultra Marathon 2025
Dengan adanya kesepahaman ini, Koperasi Kana bersama Kopdes/Kel Merah Putih optimis bahwa Koperasi Manis akan menjadi model kolaborasi koperasi yang mampu memberikan dampak signifikan dalam distribusi pangan pokok serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.