JAKARTA,Weradio.co.id - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution belakangan ini mendapatkan banyak kecaman. Ini menyusul aksinya yang merazia plat BL atau Aceh di wilayah Sumut.
Terkait ini, menantu Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo itu memberikan klarifikasinya. Dia mengaku hanya ingin menertibkan kendaraan-kendaraan operasional yang beroperasi di wilayahnya.
Dia mengimbau kendaraan operasional perusahaan yang berdomisili di Sumut agar menggunakan pelat BK atau BB.
"Kalau perusahaan domisilinya di Sumut, tetapi kendaraan operasionalnya masih pakai plat luar, pajaknya tidak masuk ke Sumut. Padahal jalan yang dilalui dibangun dari APBD kita," ucap Bobby seperti dikutip Weradio.co.id dari antara.
BACA JUGA:Kisah Pelamar Kerja 53 Tahun Ikut Antri Job Fair Karena Dagangan Sepi
Menurut dia, hal itu penting agar pajak kendaraan bermotor masuk ke Sumatera Utara, sehingga bisa dioptimalkan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.
Dia menilai optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor semakin mendesak, karena dana transfer pemerintah pusat mengalami efisiensi.
"Jadi kami mengimbau agar segera menyesuaikan pelat kendaraan sesuai domisili," ujarnya.
Gubernur Bobby mengatakan, imbauan tersebut bukan hanya dilakukan di Sumut, tapi di Riau, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat karena sudah lebih dahulu diterapkan.
BACA JUGA:Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Kemensos Kerahkan Tagana
"Jadi ini hal biasa, bukan sesuatu yang baru. Kita di Sumut hanya melakukan hal yang sama untuk kepentingan bersama," katanya.
Cuma Mengecek Berat Truk
Dia juga menanggapi isu yang sempat ramai di media sosial atas pemeriksaan kendaraan berpelat luar saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Jumat (26/9) hingga Sabtu (27/9).
"Tidak ada razia ataupun penindakan," tegas Bobby.
Dia mengungkapkan, saat itu dirinya menghentikan tiga unit truk untuk memeriksa tonase kendaraan karena kondisi jalan provinsi di Kabupaten Langkat mengalami kerusakan.