'Ini singkat tetapi merupakan suatu kehormatan bermain untuk Anda dan belajar dari Anda,' kata Mbappe. 'Terima kasih telah memberi saya kepercayaan diri sejak hari pertama.’
‘Saya akan mengingat Anda sebagai pelatih yang memiliki ide-ide yang jelas dan mengetahui banyak hal tentang sepak bola. Semoga sukses untuk babak Anda selanjutnya,’ ujarnya.
Sementara itu, berbicara setelah pertandingan, Presiden Barcelona Joan Laporta mengungkapkan keterkejutannya atas penolakan Real Madrid untuk memberikan penghormatan.
Laporta mengatakan, ‘Saya terkejut mereka tidak memberi kami penghormatan. Anda harus murah hati dan hormat bahkan ketika Anda kalah, tetapi saya mengerti bahwa itu pasti merupakan masa yang sangat sulit.’
‘Mereka pasti sangat kesulitan, dan itulah mengapa mereka bereaksi seperti itu,’ tambah Laporta.
Cedera lutut
BACA JUGA:Persija Nyatakan Perang Lawan Rasisme, Allano Janji Terus Berjuang
Mbappe belakangan ini berjuang melawan cedera pada lututnya, dan itu adalah perlombaan melawan waktu guna membuatnya bugar untuk final melawan Barcelona.
Meskipun da sudah mencetak 29 gol dalam 25 pertandingan musim ini, Los Blancos alias Si Putih – julukan untuk Real Madrid - tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perebutan gelar La Liga Spanyol, karena ketidakpastian terus berlanjut seputar masa depan Alonso hingga dia dipecat pada hari Senin.
Mantan gelandang itu berselisih dengan berbagai anggota timnya yang bertabur bintang di awal musim ini, dan tampaknya berada di ambang kehilangan pekerjaannya sampai dia berhasil membalikkan keadaan.
Namun, Madrid masih belum meraih trofi musim ini, dan membuat keputusan untuk memecat pelatih asal Spanyol itu hanya beberapa bulan setelah masa jabatannya dimulai.
BACA JUGA:Barcelona Juara Piala Super Spanyol, Terkejut Real Madrid Main Bertahan di Arab Saudi