JAKARTA, Weradio.co.id - Bencana banjir kembali menghantam kawasan permukiman warga di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir menyebabkan luapan air merendam sejumlah rukun warga, memicu keresahan dan kelelahan psikologis masyarakat yang setiap tahun harus menghadapi persoalan serupa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air tidak hanya terjadi di RW 07, tetapi juga meluas ke RW 03, RW 06, dan RW 08. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter atau setara dengan pinggang orang dewasa, sehingga menghambat aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit.
Warga mengungkapkan, banjir di wilayah tersebut cenderung datang dengan cepat setiap kali hujan turun deras dalam durasi yang cukup lama. Sistem drainase yang dinilai tidak mampu menampung debit air menjadi salah satu faktor yang diduga memperparah kondisi, ditambah dengan minimnya infrastruktur pengendali banjir berskala kawasan.
Situasi ini membuat masyarakat hidup dalam bayang-bayang kekhawatiran, terutama terkait keselamatan anggota keluarga, anak-anak, serta perlindungan terhadap harta benda. Tidak sedikit warga yang terpaksa mengamankan perabotan rumah tangga ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
BACA JUGA:Cuaca Mulai Cerah, 1.600 Warga Jakarta Masih Mengungsi Akibat Banjir
Ketua RT 002 RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur, saat ditemui awak media di kediamannya di Jalan Tipar Cakung, Kampung Baru Cakung, Senin, 26 Januari 2026, menyampaikan bahwa banjir kali ini berdampak langsung terhadap sekitar 50 kepala keluarga di wilayahnya.
“Kalau dirata-ratakan, jumlah warga terdampak bisa mencapai sekitar seribuan orang. Setiap hujan deras yang berlangsung lama, air cepat sekali naik. Tingginya hampir satu meter, dan ini jelas membuat warga cemas karena kejadiannya berulang,” ujar Ahmad Nur.
Ia menambahkan, selain mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir juga berisiko merusak peralatan rumah tangga, khususnya barang elektronik seperti televisi, lemari es, dan peralatan dapur. Menurutnya, banjir di Cakung Barat bukan lagi peristiwa insidental, melainkan persoalan tahunan yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
Atas kondisi tersebut, Ahmad Nur mewakili warga menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merealisasikan pembangunan embung sebagai salah satu solusi pengendalian banjir.
BACA JUGA:Banjir Sudah Rendam 126 RT di Jakarta, Rawa Buaya Paling Parah
Warga menilai keberadaan embung sangat penting untuk menampung limpasan air hujan berintensitas tinggi sebelum masuk ke kawasan permukiman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencana pembangunan embung di wilayah Cakung Barat hingga kini masih berada pada tahap pembahasan anggaran di DPRD DKI Jakarta.
Pembahasan tersebut dilakukan oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta periode 2024–2029 yang membidangi sektor pembangunan, meliputi infrastruktur, tata kota, lingkungan hidup, dan perumahan.
Komisi D DPRD DKI Jakarta yang dipimpin oleh Yuke Yurike memiliki fungsi pengawasan terhadap dinas-dinas teknis, di antaranya Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, Dinas Cipta Karya, serta Dinas Lingkungan Hidup.
BACA JUGA:Deretan Genangan Banjir Akibat Hujan Deras di Jakarta Barat dan Jakarta Utara