Pijar Foundation Sorot Kalangan Perempuan Paling Terkena Dampak

Jumat 30-01-2026,08:33 WIB
Reporter : Nonnie Rering
Editor : Nonnie Rering

JAKARTA, Weradio.co.id – Pijar Foundation, berkolaborasi dengan United Nations Environment Programme (UNEP), dan UN Women, menggelar peluncuran Kajian Kebijakan berjudul 'Promoting Inclusive Climate Policy for Indonesia through Gender and Human Rights Perspectives' pada Kamis (29/1) di Heritage Room, Kemenko PMK, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian program EmPower: Women for Climate-Resilient Societies yang diinisiasi UNEP dan UN Women di Indonesia sejak 2023. Krisis Iklim Tidak Netral Gender Dalam pemaparan hasil kajian, para peneliti menekankan bahwa krisis iklim memberikan beban yang tidak proporsional kepada perempuan, terutama di komunitas rentan dan wilayah yang bergantung pada sumber daya alam.

Berbagai kajian global menunjukkan perempuan dan anak perempuan menghadapi risiko kemiskinan, kerentanan kesehatan, serta kekerasan berbasis gender yang lebih tinggi akibat dampak iklim, sementara akses mereka terhadap sumber daya, teknologi, dan pendanaan untuk adaptasi kerap terbatas.

Namun pada saat yang sama, perempuan merupakan agen kunci resiliensi di tingkat keluarga dan komunitas: mengelola pangan, air, dan energi rumah tangga, serta mengorganisasi solidaritas sosial ketika bencana terjadi. Jika perspektif dan pengalaman perempuan tidak terwakili dalam kebijakan, transisi menuju ekonomi hijau berisiko memperdalam ketimpangan yang sudah ada.

BACA JUGA:Klub-klub Liga Inggris sudah Tahu Calon Lawan Mereka di 16 Besar Liga Champions

“Mungkin merupakan tuntutan yang masuk akal jika kita membicarakan bagaimana adaptasi dan mitigasi iklim di Indonesia dapat mengambil manfaat dari pengetahuan dan kearifan lokal, dan melihat bagaimana kohesi sosial menjadi daya dukung untuk menciptakan resiliensi. Kebijakan iklim seharusnya menyentuh hingga dampak nyata,”ujar Cazadira Fediva Tamzil, Executive Director Pijar Foundation, dalam sambutan pembuka.

Komitmen Lintas Kementerian dan Mitra Pembangunan Peluncuran kajian kebijakan ini dihadiri para pejabat kunci lintas kementerian dan lembaga, antara lain Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK; Amurwani Dwi Lestariningsih, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA); Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB); Nico Barlev Marhehe, Programme Management UNEP Indonesia; serta Edriana Noerdin, Program Director Women Research Institute.

Dalam sambutannya, Woro Srihastuti Sulistyaningrum menegaskan bahwa pembangunan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan responsif iklim hanya dapat dicapai apabila kebijakan secara sadar mengoreksi ketimpangan yang dialami perempuan dan kelompok rentan.

“Dampak adalah hal yang sangat penting. Kajian ini dengan jujur menunjukkan bahwa perempuan, anak muda, masyarakat adat, dan para penyelenggara bisa menjadi aktor kunci
dalam kebijakan IPUI. Namun, partisipasi mereka masih sering dipahami sebatas pemenuhan prosedur atau administrasi, belum menjadi keterlibatan yang substantif. Ini terjadi karena kita masih memandang inklusivitas hanya sebatas siapa yang hadir, bukan siapa yang benar-benar didengar dan dilibatkan,” tambah Srihastuti Sulistyaningrum.

BACA JUGA:BRI Life Kembali Torehkan Pencapaian Strategis, Raih Penghargaan

Sementara itu, Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B. dari BNPB menekankan pentingnya perhatian terhadap perempuan sebagai kelompok rentan pascabencana. Ia menyoroti peran krusial perempuan dalam membantu upaya mitigasi dan respons bencana.

Mengatasi Hambatan Adaptasi Keterbatasan akses terhadap informasi, pendanaan, dan teknologi menjadi hambatan besar bagi perempuan dan kelompok termarjinalkan dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Nico Barlev Marhehe, Programme Management UNEP Indonesia, menekankan bahwa kunci keberhasilan aksi iklim terletak pada perubahan cara pandang terhadap masalah ini.
"Masalah iklim bukan hanya masalah teknis seperti penggunaan listrik, tetapi masalah tata kelola dan masalah sosial. Indonesia sebenarnya tidak mulai dari nol karena dokumen kebijakan sudah ada, namun masalah utama ada di implementasinya," ujar Nico.

Melalui inisiatif EmPower: Women for Climate-Resilient Societies, perempuan dan kelompok termarjinalkan didukung untuk terlibat secara bermakna dalam ruang-ruang pengambilan keputusan iklim, sekaligus memperkuat akses mereka terhadap informasi, pendanaan, dan teknologi yang dibutuhkan untuk adaptasi iklim.

BACA JUGA:Retret PWI, Strategi Menjaga Pers Tetap Waras di Era Badai Disinformasi

Kategori :
https://www.weradio.co.id/" title="Samator Perbaiki Peringkat dan Pelihara Peluang ke Final Four Proliga 2026 dengan Gunduli Jakarta Garuda"> Samator Perbaiki Peringkat dan Pelihara Peluang ke Final Four Proliga 2026 dengan Gunduli Jakarta Garuda

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key "nama_kategori"

Filename: amp/detail.php

Line Number: 1272

Backtrace:

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/views/frontend/amp/detail.php
Line: 1272
Function: _error_handler

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/controllers/Amp.php
Line: 273
Function: view

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

https://www.weradio.co.id/" title="Samator Perbaiki Peringkat dan Pelihara Peluang ke Final Four Proliga 2026 dengan Gunduli Jakarta Garuda" style="color:#333">
https://www.weradio.co.id/" title="Klub-klub Liga Inggris sudah Tahu Calon Lawan Mereka di 16 Besar Liga Champions"> Klub-klub Liga Inggris sudah Tahu Calon Lawan Mereka di 16 Besar Liga Champions

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key "nama_kategori"

Filename: amp/detail.php

Line Number: 1272

Backtrace:

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/views/frontend/amp/detail.php
Line: 1272
Function: _error_handler

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/controllers/Amp.php
Line: 273
Function: view

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

https://www.weradio.co.id/" title="Klub-klub Liga Inggris sudah Tahu Calon Lawan Mereka di 16 Besar Liga Champions" style="color:#333">
https://www.weradio.co.id/" title="Jobstreet by SEEK Kulik Tren Rekrutmen 2026: Susun Strategi Baru untuk Tarik Talenta Terbaik"> Jobstreet by SEEK Kulik Tren Rekrutmen 2026: Susun Strategi Baru untuk Tarik Talenta Terbaik

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key "nama_kategori"

Filename: amp/detail.php

Line Number: 1272

Backtrace:

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/views/frontend/amp/detail.php
Line: 1272
Function: _error_handler

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/controllers/Amp.php
Line: 273
Function: view

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

https://www.weradio.co.id/" title="Jobstreet by SEEK Kulik Tren Rekrutmen 2026: Susun Strategi Baru untuk Tarik Talenta Terbaik" style="color:#333">
https://www.weradio.co.id/" title="Retret PWI, Strategi Menjaga Pers Tetap Waras di Era Badai Disinformasi"> Retret PWI, Strategi Menjaga Pers Tetap Waras di Era Badai Disinformasi

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Undefined array key "nama_kategori"

Filename: amp/detail.php

Line Number: 1272

Backtrace:

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/views/frontend/amp/detail.php
Line: 1272
Function: _error_handler

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/application/controllers/Amp.php
Line: 273
Function: view

File: /home/u691632326/domains/weradio.co.id/public_html/index.php
Line: 317
Function: require_once

https://www.weradio.co.id/" title="Retret PWI, Strategi Menjaga Pers Tetap Waras di Era Badai Disinformasi" style="color:#333">

Terkini