JAKARTA, Weradio.co.id - Program pencarian bakat komika Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim Ke-12 kembali hadir di Kompas TV.
Memasuki tahap preshow, sebanyak 27 peserta telah terpilih setelah melalui rangkaian audisi ketat di sejumlah kota besar, antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, hingga Bandung.
Kembalinya SUCI menjadi penanda konsistensi Kompas TV dalam menjaga ruang bagi tumbuhnya talenta komedi tunggal di Tanah Air. Program yang telah melahirkan sejumlah komika nasional ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang pencarian bakat komedi paling bergengsi di Indonesia.
Direktur Utama Kompas TV, Rosiana Silalahi, menyampaikan kebanggaannya atas keberlanjutan program tersebut. Dalam jumpa pers SUCI 12 yang digelar di Studio 1 Kompas TV, Jakarta Pusat, Minggu, 15 Februari 2026, Rosiana menekankan pentingnya solidaritas antaralumni dalam menjaga ekosistem stand up comedy.
BACA JUGA:IIMS 2026 Targetkan Total Transaksi Lebih dari Rp 8 Triliun
“Saya bangga karena Kompas TV masih bisa mempertahankan SUCI. Itu juga karena para komika, alumni SUCI Kompas TV yang selalu siap sedia, saling menolong, saling mendukung, dan menciptakan ekosistem stand up comedy di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Rosiana, keberlanjutan SUCI tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen stasiun televisi, tetapi juga bagian dari kolaborasi antara penyelenggara, alumni, dan komunitas komika di berbagai daerah. Ia menilai dukungan tersebut membuat SUCI tetap relevan di tengah persaingan industri hiburan yang semakin dinamis.
Peningkatan Jumlah Pendaftar
Sementara itu, Direktur Programming Kompas TV, Uncu Putra, mengungkapkan, jumlah pendaftar pada musim ke-12 mengalami peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya.
“Lebih dari 2.000, saya dengar. Hampir 2.000. Totalnya hampir 2.000 yang benar-benar daftar,” kata Uncu.
BACA JUGA:Sinergi Kalbe, UMJ, dan Mercu Buana, Tingkatkan Kesadaran Bahaya Diabetes di Pandeglang
Lonjakan jumlah peserta ini dinilai menjadi indikator stand up comedy masih memiliki daya tarik kuat, terutama di kalangan generasi muda. Selain kuantitas, keragaman latar belakang peserta juga menjadi perhatian panitia seleksi.
“Yang kita rasa memiliki karakter berbeda-beda, warna yang berbeda-beda. Ada perempuan yang lucu-lucu, ada juga dari berbagai profesi,” tambahnya.
Keberagaman tersebut mencerminkan semakin inklusifnya panggung komedi tunggal, yang kini tidak lagi didominasi satu latar tertentu. Berbagai perspektif sosial, budaya, dan profesi diperkirakan akan memperkaya materi komedi para peserta.
Indro Warkop Kembali Jadi Juri