JAKARTA, Weradio.co.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menegaskan,, pihaknya langsung mengerahkan tim dan mengoordinasikan operasi penanganan bersama lintas instansi. Operasi Tanggap Darurat ini sebagai respons terhadap peristiwa longsor yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Minggu, 3 Maret 2026.
“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” kata Asep Kuswanto sebagaimana dilansir jakarta.go.id seperti dikutip Weradio.co.id, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Asep Kuswanto, tim gabungan yang terlibat antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, dan Koramil 05/Bantargebang.
Asep menjelaskan, dalam operasi evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, sebanyak lima unit sudah berhasil dievakuasi. Sedangkan dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi, yakni kendaraan yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin.
BACA JUGA:Kasus Nabilah O'brien dan Zendhy Kusuma Berujung Damai
"Seluruh PJLP (penyedia jasa lainnya orang perorangan) yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah, serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP," jelasnya.
Untuk mendukung operasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jakarta bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator, serta menyiagakan dua unit ambulans didukung Pemerintah Kota Bekasi yang bekerja secara simultan membuka timbunan material longsor guna mempercepat proses evakuasi.
Asep menambahkan, langkah stabilisasi area juga langsung dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan di saat yang sama.
Dia menyampaikan, penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan.
BACA JUGA:Fastco Parking Santuni Anak Yatim dalam Peringatan Nuzulul Qur’an di Pondok Cina
“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” ucapnya.
Empat korban meninggal
Asep Kuswanto juga mengungkapkan, Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data sementara, longsor di TPST Bantargebang menyebabkan empat orang meninggal dunia, yaitu Sumine (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno dan Irwan Supriyatin, pengemudi truk sampah; serta Endah Widayanti (25) yang berprofesi sebagai pemulung.
Selain itu, satu pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan, Slamet, mengalami luka ringan dan sudah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, kini sudah diperbolehkan pulang.
BACA JUGA:Pemilik NYSE, ICE Lakukan Investasi Strategis di OKX