JAKARTA, Weradio.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan inspeksi mendadak jelang mudik Lebaran. Mereka menertibkan enam bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang kedapatan mangkal di terminal bayangan di perempatan Flyover Pasar Rebo.
"Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menindak enam bus AKAP yang tengah mangkal di perempatan Pasar Rebo untuk mencari penumpang," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak seperti dikutip Weradio dari antara.
Satu armada terpaksa dilakukan stop operasi karena saat diperiksa surat-surat kendaraannya ternyata tidak memiliki izin trayek.
Sedangkan, lima armada lainnya dikenakan sanksi tilang karena terbukti menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi yang bukan tempat pemberhentian resmi.
BACA JUGA:Vivo Rilis V70 di Indonesia, Biar Motret dibKonser Makin Maksimal
Penindakan dilakukan dalam rangka penertiban menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Sudin Perhubungan Jakarta Timur terus berupaya memastikan aktivitas transportasi berjalan tertib dan aman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Harlem memastikan, pihaknya akan menggencarkan razia terhadap terminal bayangan yang kerap muncul menjelang musim mudik. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik menaikkan dan menurunkan penumpang di lokasi yang tidak semestinya.
"Razia terhadap terminal bayangan akan kita gencarkan menjelang arus mudik libur Lebaran ini," ucap Harlem.
BACA JUGA:Edukasi Mudik Aman dengan Sepeda Motor untuk Tekan Risiko Kecelakaan
Membahayakan Penumpang
Keberadaan terminal bayangan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang. Selain itu, aktivitas tersebut juga dapat memicu kemacetan lalu lintas di titik-titik rawan.
Harlem menambahkan, pihaknya khawatir sejumlah armada yang beroperasi di terminal bayangan tidak memenuhi standar kelayakan jalan atau tidak memiliki kelengkapan dokumen resmi.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Emiral August Dwinanto menjelaskan, penertiban dilakukan dalam Operasi Lintas Jaya yang melibatkan sekitar 40 personel gabungan.
Emiral berharap operasi yang dilakukan secara rutin ini dapat memberikan efek jera bagi para sopir maupun pengusaha bus yang masih nekat melakukan pelanggaran.