JAKARTA, Weradio.co.id - Kekalahan telak 0-3 di kandang Real Madrid hari Kamis, 12 Maret 2026, membuat prospek Manchester City untuk lolos ke perempat final Liga Champions 2025-2026:terasa 'sangat suram'. Demikian pendapat kapten Man City Bernardo Silva.
Klub Liga Inggris Man City mengalami kekalahan telak 0-3 dari tim papan atas La Liga Spanyol Real Madrid pada pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions.
Hatrik atau tiga gol dari kapten Madrid Federico Valverde membuat tugas Man City sangat berat saat giliran mereka menjadi tuan rumah leg kedua di Stadion Emirates, pekan depan. Tim asuhan Pep Guardiola tersebut harus menang minimal dengan skor 4-0 untuk membalikkan keadaan.
Hasilnya bisa saja lebih buruk andai saja kiper internasional Italia Gianluigi Donnarumma tidak sigap mengawal gawang Manchester City. Donnarumma menyelamatkan penalti lemah di babak kedua dari Vinicius Junior yang pasti akan membuat pertandingan ini berada di luar jangkauan Man City.
BACA JUGA:Hatrik Federico Valverde Bantu Real Madrid Hancurkan Harapan Manchester City
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bersumpah bahwa timnya akan melakukan segala yang mereka bisa pada leg kedua di Stadion Etihad. Tetapi Bernardo Silva mengatakan dia khawatir kegagalan mereka mencetak gol di Bernabeu telah membuat mereka menghadapi perjuangan berat melawan tim yang mungkin akan diperkuat kembali oleh penyerang internasional Prancis Kylian Mbappe.
"Dengan skor 3-0, ini membuatnya sedikit lebih sulit," kata Bernardo Silva seperti dikutip Weradio.co.id dari dailymail.co.uk
"Sekarang rasanya sangat buruk, sekarang rasanya sangat suram," aku pemain internasional Portugal tersebut.
Silva melanjutkan,"Namun besok adalah hari lain dan pastinya pekan depan kami akan pergi ke pertandingan dengan keyakinan bahwa kami memiliki peluang."
BACA JUGA:Mengenal Manfaat Tol Fungsional Jawa Tengah dan DIY Jelang Lebaran 2026
"Sulit untuk membicarakannya karena saya perlu menontonnya lagi. Perasaan saya di lapangan adalah kami memulai dengan baik,' tambah Silva.
Kenyataanya di lapangan, Silva mengakui, dia dan rekan-rekannya tidak dapat mengendalikan situasi.
"Saya pikir tim saya membiarkan emosi mengubah jalannya pertandingan. Kami merasa nyaman, menemukan ruang yang tepat," kata.
"Tetapi setelah kebobolan gol pertama, kami benar-benar kehilangan kendali, berhenti mengendalikan transisi dan bola-bola kedua," katanya. "Ketika Anda bermain melawan Real Madrid dengan kualitas yang mereka miliki, Anda akan membayar harganya."
BACA JUGA:Menggugat Paradigma Kesuksesan Mudik Lebaran