​Pertandingan sempat berjalan alot di awal game ketiga dengan skor kembar 5-5 hingga 10-10. Namun, setelah melewati poin-poin tersebut, Bhayangkara Presisi kembali menjauh dalam kedudukan 17-13.
Kombinasi serangan dari Gumilar, Agil Angga, dan Martin Atanasov berkali-kali menembus blokir Garuda Jaya. Game ketiga pun menjadi milik Bhayangkara Presisi dengan skor 25-17.
Reidel Toiran mengomentari kemenangan timnya sebagai bagian dari upaya penataan komposisi untuk pertandingan berikutnya,"Terus terang hari ini kami mencoba komposisi pemain untuk pertandingan final four selanjutnya," kata Toiran dalam siaran pers yang diterima Weradio.co.id.
Tim putra Jakarta Bhayangkara Presisi punya peluang besar untuk menjuarai putaran pertama Proliga 2026.--Dok PBVSI
Kapten Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar mengatakan bahwa permainan timnya kali ini cukup baik, "Karena kebetulan tim pelatih meminta kami untuk bermain lepas," ungkapnya.
Gagal jalankan taktik
Sedangkan Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto mengakui taktik yang dimainkan para pemainnya tidak berjalan seperti yang direncanakan,
"Termasuk receive kami tidak berjalan baik, karena servis dari lawan benar-benar merusak permainan anak-anak," kata Nur Widayanto.
Dia juga menyoroti pemainnya yang kurang kompak, "Tosser juga belum bisa sepenuhnya memahami kemauan anak-anak," sebut Nur Widayanto.
Adapun opposite hitter sekaligus kapten tim Garuda Jaya Dawuda mengakui kalau tim ya memenangi kalah bagus dari Bhayangkara Presisi. "Tetapi,vdari segi permainan kami ada peningkatan," kata pevoli berusia 21 tahun itu.
BACA JUGA:Jakarta Lavani dan Gresik Phonska Perlihatkan Dominasi di Final Four Proliga 2026
Jakarta Garuda Jaya semakin sulit lolos ke grand final, karena mereka kini terdampar di dasar klasemen dengan tanpa poin. Sebelumnya mereka kalah 0-3 dari Jakarta Lavani Livin Transmedia.
Jadwal Minggu, 5 April 2026:
Putra
Jam 16.00 WIB: Jakarta LaVani Livin' Mandiri vs Surabaya Samator