JAKARTA, Weradio.co.id - Dari empat gelar atau quadruple menjadi tiga gelar. Dan sekarang, Arsenal hanya memiliki peluang untuk meraih dua gelar juara. Lantas, apakah klub London Utara tersebut benar-benar akan membuat kegagalan terbesar dalam sejarah sepak bola dan berakhir tanpa apa pun?
Tentu tidak. Tetapi jika dia tidak hati-hati, musim bulan madu Mikel Arteta bisa berubah menjadi bencana.
Pimpinan klasemen Liga Inggris asuhan Arteta, yakni Arsenal, dipermalukan tim dari kasta bawah, tim Championship (Divisi Dua Inggris) Southampton pada Minggu dini hari, 5 April 2026. The Gunners kalah 1-2 dari tuan rumah The Saints pada pertandingan perempat final Piala FA.
Menurut thesun.co.uk seperti yang dibaca Weradio.co.id, pemain pengganti Shea Charles menjadi pahlawan Southampton dengan gol kemenangan yang dia cetak lima menit sebelum pertandingan berakhir.
BACA JUGA:Kerja Sama Semua Pihak Sukseskan Tri Hari Suci Katedral Jakarta
The Saints tampil luar biasa dan pantas mendapatkan kesempatan bermain pada pertandingan semifinal yang akan berlangsung di Stadion Wembley. Dan jika terus bermain seperti ini, mereka bisa jadi mendapatkan tiket promosi ke Liga Primer Inggris musim depan.
Namun bagaimana dengan Arsenal? Seharusnya tidak seperti ini ketika, dengan alasan yang bagus, para penggemar The Gunners berbicara tentang memenangi quadruple di musim 2025-2026.
Setelah perjuangan yang berat, Arsenal tampaknya baik-baik saja ketika pemain pengganti Viktor Gyokeres masuk dari bangku cadangan dan menyamakan kedudukan dengan sentuhan pertamanya setelah Ross Stewart memberi tim tuan rumah keunggulan yang pantas di babak pertama.
Namun, meskipun kekalahan 0-2 di final Piala Carabao melawan Manchester City 13 hari sebelumnya sangat mengecewakan, kekalahan dari Southampton jauh lebih buruk bagi Arsenal.
BACA JUGA:Menang Dua Kali, Jakarta Bhayangkara Presisi di Ambang Juara Putaran Pertama Final Four
Melawan Southampton, Pelatih Arsenal Mikel Arteta melakukan banyak perubahan di dalam susunan pemain inti timnya. Declan Rice serta Bukayo Saka – yang diistirahatkan akhir pekan lalu – sama sekali tidak masuk dalam daftar susunan pemain pilihan Arteta. Kedua pemain internasional Inggris tersebut sepertinya sengaja disimpan untuk bermain pada perempat final Liga Champions melawan Sporting Lisbon hari Rabu, 8 April 2026.
Meskipun Gabriel Martineli adalah satu-satunya dari 10 pemain yang ditarik dari tugas internasional yang menjadi starter Arsenal di Saint Mary, pencinta Arsenal pasti mengharapkan penampilan yang lebih baik dan lebih terkontrol dari mereka yang menjadi starter melawan Southampton.
Semua orang mengharapkan Arsenal untuk menghancurkan Sporting Lisbon di perempat final Liga Champions, tetapi penampilan ceroboh seperti mereka perlihatkan melawan The Saints, skuad Arteta lakukan lagi melawan Sporting harapan The Gunners di pentas Eropa bisa jadi sudah berakhir di leg pertama.
Ini sekarang menjadi ujian besar bagi Arteta. Ujian terbesar dalam kariernya.