Aisyah akhirnya membuat keputusan yang sangat jarang diambil seorang istri pada lazimnya. Meskipun, dia akhirnya mengalami nasib tragis.
Press screening "Dalam Sujudku" dihadiri banyak media dan penonton dari masyarakat umum. Mereka menilai film berdurasi lebih dari dua jam ini memiliki kekuatan cerita yang relate dengan realitas kehidupan rumah tangga. “Dalam Sujudku” menjadi semacam refleksi tentang arti kesetiaan, keimanan, kekuatan doa, dan kepercayaan kepada Tuhan saat menghadapi ujian hidup.
Sutradara Rico Michael berharap "Dalam Sujudku" memberikan kesan positif bagi penonton untuk dapat mengambil hikmahnya.
"Pesan moral yang ingin saya sampaikan melalui film ini adalah kita harus selalu saling mengingatkan bahwa segala masalah yang kita hadapi saat ini, Allah masih berkuasa, masih ada Allah yang pasti membantu kita, masih ada Allah yang membuka pintunya, yang kalau kita bersujud Allah punya jalan terbaik," ungkap Rico.
Marcell masih belajar
BACA JUGA:Taipan Properti Hong Kong Kucurkan Rp 4,7 Triliun ke Startup Baterai AS, Ada Apa?
Marcell Darwin mengakui "Dalam Sujudku" mengajarkan dia tentang kesalahan dan perubahan diri.
“Saya juga masih belajar. Sebagai manusia kita tidak lepas dari kesalahan. Jadi sama-sama belajar saja,” kata Marcell.
Menurut dia, bertambahnya tanggung jawab dalam hidup, terutama setelah berkeluarga. titik balik seseorang kerap muncul.
“Kalau dibilang titik balik, mungkin ketika punya anak. Pasti ingin menjadi contoh yang baik untuk anak dan istri,” ujarnya.
Memainkan peran sebagai suami yang selingkuh, mengaku masih menunggu respons sang istri yang belum menyaksikan film "Dalam Sujudku".
BACA JUGA: Ini Alasan Ancol Jadi Lokasi Liburan Berkualitas dengan Biaya Ekonomis
Marcell menegaskan karakter Farid sangat berbeda dengan dirinya. “Saya tetap sayang sama istri saya,” tegasnya.
Marcell juga mengakui, label “orang baik” bukan penilaian pribadi, melainkan datang dari lingkungan sekitar.
“Menurut saya, manusia yang baik adalah yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,” tambah aktor keturunan Makassar dan Jerman ini.
Hal senada diungkapkan Vinessa Inez yang merasakan pengalaman emosional mendalam. "Dari Aisyah saya belajar untuk selalu berpikir positif dan yakin bahwa semua akan indah pada waktunya," ucapnya.