Garuda Jaya terus berusaha mengejar dengan pemain-pemain mudanya hingga kedudukan 21-16. Namun, kematangan mental Boy Arnes dan kawan-kawan menjadi pembeda. Alhasil, Lavani Livin mengunci kemenangan di game pertama dengan skor 25-19 dalam tempo kurang dari setengah jam.
Di game kedua, Pelatih Lavani Livin David Lee mengubah strategi dengan melakukan sedikit rotasi. Dia memasukkan pemain senior, outside hitter Sigit Ardian dan middle blocker Dafa Naufal. Strategi ini efektif menjaga ritme permainan Lavani Livin. Bahkan, mereka unggul jauh saat kedudukan 18-12.
Garuda Jaya memanfaatkan beberapa kesalahan komunikasi di lini pertahanan Lavani Livin untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 21-24 di poin-poin kritis. Namun, ketenangan Malizi dalam melakukan blok untuk Lavani Livin sukses memutus momentum Garuda Jaya. Lavani Livin pun menutup gane kedua dengan kemenangan 25-21 dalam tempo 32 menit.
Awal game ketiga berlangsung lebih sengit. Fauzan dan Dawuda membantu Garuda Jaya melakukan tekanan hingga skor imbang 5-5. Namun, Lavani Livin segera bangkit dan membalikkan keadaan menjadi keunggulan untuk mereka, 7-5.
Di game ini, Pelatih Garuda Jaya Nur Widayanto mengambil strategi untuk menghapus dominasi Lavani Livin dengan melakukan dua kali time out.
Garuda Jaya pun berhasil menyamakan kedudukan pada posisi angka 9-9. Akan tetapi, kualitas servis dan serangan cepat dari middle blocker Hendra Kurniawan membuat Lavani Livin kembali menjauh, 15-10. Lalu, satu kesalahan servis dari Dawuda di poin krusial menjadi titik balik yang memuluskan langkah Lavani hingga mereka berhasil mengakhiri gane ketiga dengan keunggulan tujuh poin, 25-18, dalam waktu setengah jam.
Boy Arnes Arabi menjadi top scorer Lavani Livin dengan menyumbang 13 poin, diikuti Sigit Ardian (10), dan Malizi (9). Di kubu Garuda Jaya, Dawuda memimpin dengan 12 poin, diikuti Fauzan Nibras (9) dan Kristoforus Sina (6).
Meski timnya kalah secara skor, Pelatih Nur Widayanto menilai Garuda Jaya memperlihatkan progres permainan signifikan sebagai tim yang dihuni talenta-talenta masa depan bola voli Indonesia. "Hari ini melawan Lavani Livin, anak-anak bisa tampil cukup baik," kata Nur Widayanto.
Meski demikian, pelatih yang akrab disapa Nurwe itu juga mengakui kalau Dawuda dan kawan-kawan masih memiliki kelemahan dalam hal receive dan blok, "Kalau servis, kami tidak ada masalah," tukasnya.
Sedangkan Erwin Rusni mengakui fokus menjadi salah satu kunci kemenangan Lavani Livin atas Garuda Jaya. "Anak-anak tetap fokus. Siapapun itu, jangan pernah menganggap enteng lawan. Itu slogan yang selama ini kami pegang teguh agar bisa konsisten di setiap pertandingan," katanya.
Jadwal Pertandingan Final Four
Minggu, 12 April 2026:
Putri
Jam 16.00 WIB: Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric PLN Mobile