JAKARTA, Weradio.co.id - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mendorong Jusuf Kalla (JK) untuk berkomunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait penyampaian saran dan kritik.
Langkah ini dinilai jauh lebih efektif dan elok dibandingkan menyampaikannya melalui media massa atau media sosial.
Saleh menekankan bahwa Prabowo Subianto adalah sosok pemimpin yang sangat terbuka terhadap masukan dari berbagai elemen bangsa, mulai dari ulama, akademisi, hingga aktivis.
Menurut Saleh, Prabowo kerap mengundang tokoh-tokoh nasional ke Istana untuk berdiskusi demi kemajuan pembangunan.
BACA JUGA:Cegah Polarisasi di Indonesia, DPP Patria PMKRI Undang JK dalam Dialog Kebangsaan
Keterbukaan ini bahkan sering disiarkan secara transparan agar masyarakat luas bisa mengikuti dinamika gagasan yang ada.
"Ini menandakan kerendahan hati Prabowo untuk selalu bersama dengan seluruh komponen masyarakat dalam menata pembangunan ke depan," ujar Saleh dalam keterangan tertulis yang dibaca Weradio.co.id, Rabu, 15 April 2026.
Mengingat kapasitas Jusuf Kalla sebagai tokoh senior yang mumpuni di bidang bisnis, birokrasi, dan politik, Saleh menilai pertemuan tatap muka akan membawa dampak yang lebih nyata.
Ada beberapa alasan mengapa JK didorong bicara langsung. Pertama, efektivitas. Kritik konstruktif yang disampaikan langsung kepada Presiden lebih mudah untuk segera ditindaklanjuti.
BACA JUGA:Kontroversi Pernyataan JK, LBH Gekira Tegaskan Agama Ajarkan Kasih Damai
Kedua, etika politik. Untuk tokoh sekaliber JK, komunikasi langsung dianggap lebih elegan daripada melempar wacana di ruang publik.
Ketiga, kapasitas internasional. Pengalaman JK yang diakui hingga mancanegara sangat dibutuhkan untuk memberi masukan strategis bagi pemerintah.
Keempat, membangun sinergi bangsa. Saleh meyakini bahwa Prabowo akan menyambut hangat kehadiran JK. Ia menyebut bahwa JK sebenarnya selalu terbuka untuk diundang ke Istana guna memberikan pandangan-pandangannya yang tajam namun solutif.
"Untuk orang sekelas Pak JK, tentu kurang elok menyampaikan kritik di media sosial. Biarlah kritik terbuka seperti itu disampaikan oleh masyarakat biasa," tambah Saleh, Wakil Ketua Umum DPP PAN.
BACA JUGA:Raup Laba Bersih Rp 180,19 M, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Bagikan Dividen, dan Rombak Manajemen