BACA JUGA:Semarak Dirgantara 2026, Kalbe dan TNI AU Gelar Aksi Sosial Layanan Pemeriksaan Mata di Kendari
Sempat terjadi kejar-kejaran angka hingga pertengahan game pertama. Namun ketajaman Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko sulit dibendung oleh Megawati dan kawan-kawan
awan. Phonska Plus pun berhasil menutup game pertama pertama dengan keunggulan enam poin, 25-19.
Pada game kedua, Pertamina Enduro berusaha bangkit dengan mengubah pola serangan mereka. Setter Tysa Amallya mulai lebih variatif dalam mendistribusikan bola kepada Irina Voronkova dan Wilma Salas.
Sebaliknya, Phonska Plus mulai kesulitan keluar dari tekanan servis lawan. Meski Yulis Indah sudah jatuh bangun menjaga pertahanan mereka, Phonska Plus tetap tidak mampu membendung kebangkitan Pertamina Enduro yang akhirnya memenangi game kedua juga dengan skor 25-19. Agregat menjadi imbang, 1-1.
BACA JUGA:Tragis, Wartawan Diduga Dicekik saat Liput Eksekusi Lahan, Proses Penegakan Hukum Disorot
Phonska Plus semakin kehilangan ritme permainan mereka pada game ketiga. Kesalahan komunikasi dan eksekusi serangan yang tidak berkembang membuat mereka tertinggal jauh dalam perolehan poin.
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (kuning hitam) harus bekerja lebih keras lagi untuk memenangi pertandingan berikutnya melawan Jakarta Pertamina Enduro pada grand final Proliga 2026. --Dok PBVSI
Opposite hitter Timnas Indonesia Megawati Hangestri tampil tajam dengan spike-spike kerasnya yang merobek blok Phonska Plus.. Dominasi total ini membawa Pertamina Enduro unggul 25-19 dan membalikkan keadaan menjadi keunggulan agregat 2-1.
Game keempat, berjalan jauh lebih kompetitif. Phonska Plus yang enggan menyerah berupaya keras memaksakan full set. Namun, sosok opposite hitter asal Rusia milik Pertamina Enduro, Irina Voronkova, kembali menjadi momok bagi pertahanan Phonska Plus.
Voronkova tampil sangat dominan di poin-poin kritis. Melalui reli-reli panjang dan pertahanan solid dari Shindy Saskia, Pertamina Enduro akhirnya menyudahi perlawanan Phonska Plus dengan 25-21.
Kapten Pertamina Enduro Tisya Amallya mengakui, kesabaran menjadi kunci kemenangan timnya atas Gresik Phonska Plus. "Kami sempat deg-degan setelah kalah di game pertama," kata Tisya Amallya
"Tapi terus terang kami hari ini bermain lebih sabar," tambah setter berusia 25 tahun itu, yang juga jadi andalan di Timnas Indonesia.
BACA JUGA:Cerita tentang Gajah-Gajah Way Kambas dari Roy Genggam
BACA JUGA:DRT SHOW Tanamkan Gen Konservasi demi Keberlanjutan Perairan Biru bagi Generasi Mendatang