Ia menjelaskan, melalui program CSR PGN, perusahaan tidak hanya melakukan pendampingan secara intensif, tapi juga mendorong peningkatan kapasitas, serta transfer pengetahuan agar petani mampu mengadopsi praktik pertanian adaptif secara mandiri pada musim tanam berikutnya.
“Artinya, keberhasilan hari ini menjadi fondasi agar petani dapat terus berproduksi tanpa ketergantungan pada intervensi program di masa depan,” jelas Krisdyan. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah operasional.
Program biosalin, kata dia, tidak hanya memberikan nilai tambah dari sisi produksi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang terukur bagi petani dan ekosistem lokal. “Kami berharap program ini dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan berbasis riset dan kolaborasi, sekaligus menjadi kontribusi nyata PGN dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Krisdyan.