Kelima, edukasi berkelanjutan, yaitu pendampingan bagi pasien agar dapat mengelola kondisinya secara mandiri.
SHE Sustainability Specialist Kalbe Nutritionals, Isa Dwiyono memberikan edukasi pentingnya mengonsumsi susu kepada anak-anak di booth Dinkes Sultra, Sabtu, 25 April 2026..-Weradio.co.id-Rio Winto
Pengendalian PTM
Langkah Kalbe ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian penyakit tidak menular (PTM).
"Melalui ekosistem DTS, Kalbe berharap dapat membantu mengurangi beban sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan kualitas hidup para penyandang diabetes (diabetesi) di Indonesia," kata SFD Arie Wibowo, Assistant Manager Corporate Sustainability Kalbe.
BACA JUGA:Waspada, 9,8 Persen Remaja Indonesia Alami Gangguan Mental Akibat Stres
Sementara itu, Abi Nisaka, Head of Corporate Sustainability Kalbe, menambahkan, inisiatif ini merupakan perwujudan dari komitmen keberlanjutan perusahaan, yaitu Bersama Sehatkan Bangsa.
"Dengan memperluas akses kesehatan dan edukasi, Kalbe berupaya menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas demi mencapai Indonesia yang lebih sehat," jelas Abi Nisaka.
Data Kesehatan Terbaru
Berdasarkan data kesehatan terbaru yang dirilis pada 2026 yang merujuk pada hasil survei terkini (Survei Kesehatan Indonesia/SKI 2023 atau studi berbasis data Riskesdas terbaru), prevalensi diabetes di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Berikut adalah poin-poin kunci data prevalensi diabetes di Indonesia per tahun 2026.
BACA JUGA:Sinergi Kalbe, UMJ, dan Mercu Buana, Tingkatkan Kesadaran Bahaya Diabetes di Pandeglang
Pertama, prevalensi diabetes (Usia >15 Tahun). Prevalensi diabetes melitus di Indonesia telah meningkat menjadi 11,7% pada data tahun 2023-2024, naik dari 10,9% pada Riskesdas 2018.
Kedua, jumlah penderita. Lebih dari 20 juta orang dewasa di Indonesia diperkirakan hidup dengan diabetes pada 2024–2026.
Ketiga, urutan global. Indonesia menempati peringkat ke-5 dunia dalam jumlah penderita diabetes terbanyak, dengan proyeksi mencapai 28,6 juta orang pada 2045 jika tidak ada intervensi efektif.
Keempat, kaktor risiko. Prevalensi diabetes lebih tinggi di daerah perkotaan dibandingkan pedesaan, sering kali terkait dengan obesitas sentral dan gaya hidup kurang aktif.