Lebih lanjut, Djoko menyoroti isu kesejahteraan pengemudi ojol. Ia berpendapat bahwa profesi ojol sejak awal tidak didesain untuk menjadi pekerjaan utama atau tumpuan hidup jangka panjang.
Oleh karena itu, menuntut kesejahteraan melalui profesi ini dinilai sulit tercapai. Djoko mengingatkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk menyediakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat, alih-alih membiarkan ketergantungan pada profesi ojol.
"Memang sekali lagi tidak mudah dan butuh waktu. Akan tetapi jika diseriusi harusnya bisa dan menjadi program nasional yang melibatkan semua sektor," tutup Djoko.
Apakah Anda setuju jika ojek online difokuskan hanya untuk pengiriman barang saja?