TANGERANG SELATAN, Weradio.co.id.– Kulit pisang yang biasanya hanya berakhir di tempat sampah kini punya peran baru yang sangat bermanfaat.
Sekelompok siswa XI IPA SMA Candle Tree, Tangerang Selatan, sukses melakukan inovasi dengan menyulap limbah organik ini menjadi bioplastik yang ramah lingkungan, yang bernama konsep Green Peel.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan para siswa terhadap menumpuknya sampah plastik konvensional yang membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai.
Melalui penelitian berjudul Pemanfaatan Kulit Pisang sebagai Bahan Baku Bioplastik Serbaguna Ramah Lingkungan, mereka ingin membuktikan bahwa limbah dapur bisa menjadi solusi atas krisis lingkungan global.
BACA JUGA:Atasi Krisis Pangan 2045, Siswa XII IPS SMA Candle Tree Gagas Pertanian Berbasis IoT
Tim peneliti terdiri atas Antakara Ditya Rukmakala (XI IPA 1), Demetrius Ibnu Madson (XI IPA 2), Janicelie Yang (XI IPA 2), Jessica Halim (XI IPA 2), Richie Nathanael Djohan (XI IPA 2), dan Sharlene (XI IPA 1).
Mereka menggunakan metode eksperimen sederhana di laboratorium sekolah.
Mereka berhasil memadukan ekstrak kulit pisang dengan agar-agar untuk menciptakan lembaran plastik yang bersifat biodegradable atau dapat terurai secara alami.
"Pemanfaatan kulit pisang bukan hanya soal menciptakan produk baru, tetapi juga mencerminkan perubahan pola pikir dalam memandang limbah," tulis tim peneliti dalam laporan resmiya.
BACA JUGA:Elpala SMA 68 dan PAS 68 Tunjukkan Solidaritas, Kirim Bantuan Lewat Kolinlamil
Menurut hasil penelitian, kulit pisang dipilih karena mengandung senyawa pati, selulosa, lignin, pektin, dan tanin yang mendukung pembentukan struktur plastik alami.
Agar-agar kemudian berperan sebagai pengikat untuk memberikan tekstur elastis pada produk akhir.
Meski masih dalam skala laboratorium sekolah, penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi penerapan ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Selain sebagai alternatif kemasan makanan yang aman, proyek ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
BACA JUGA: Komix Herbal Potek Dance Fest Bukan Sekadar Kompetisi