NEW YORK, Weradio.co.id – Panggung olahraga profesional Amerika Serikat kembali menggeliat. Major League Volleyball (MLV) secara resmi menunjuk Jamie Weston, mantan eksekutif liga rugbi bergengsi NFL, sebagai komisaris pertama mereka.
Langkah strategis ini diambil sebagai persiapan besar sebelum liga melakukan ekspansi besar-besaran mulai musim depan.
Jamie Weston bukanlah sosok sembarangan di industri olahraga. Dengan rekam jejak panjang di NFL dan keterlibatannya di USA Volleyball, ia diharapkan mampu membawa stabilitas sekaligus nilai komersial tinggi bagi MLV.
Penunjukan ini menandai babak baru dalam sejarah voli profesional putri di Amerika Serikat yang sedang naik daun.
BACA JUGA:Kesehatan Jadi Alasan Megawati Hangestri Pertiwi Mundur dari Timnas Voli Indonesia
Misi Besar di Balik Penunjukan
Dalam keterangan resminya, Weston menyatakan antusiasmenya untuk membangun fondasi yang kokoh bagi MLV. Tugas utamanya tidak hanya mengawasi operasional harian, tetapi juga memastikan transisi liga menuju skala nasional yang lebih besar.
"Voli adalah olahraga dengan pertumbuhan tercepat di kalangan generasi muda. Fokus kami adalah menghadirkan kualitas pertandingan kelas dunia sekaligus pengalaman hiburan yang tak terlupakan bagi penggemar," ujar Weston seperti dilansir Forbes yang dibaca Makansedap.id, Jumat, 15 Mei 2026.
Ekspansi Gila-gilaan pada 2027
Saat ini, MLV sudah memiliki delapan tim yang bersaing ketat, termasuk sang juara bertahan Dallas Pulse. Namun, ambisi liga tidak berhenti di situ. Di bawah kepemimpinan Weston, MLV menargetkan penambahan jumlah tim secara signifikan.
Beberapa kota besar sudah masuk dalam radar ekspansi untuk tahun 2027, di antaranya, Washington D.C., Minnesota, dan Northern California.
Targetnya, pada 2027, liga ini akan memiliki total 12 tim yang tersebar di seluruh pelosok negeri.
Ekspansi ini diyakini akan meningkatkan daya tarik siaran televisi dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi atlet voli profesional.
Gaji Menggiurkan
Salah satu yang menjadi daya tarik MLV adalah struktur kompensasi yang kompetitif. Liga ini menawarkan gaji pemain mulai dari US$ 60.000 hingga US$ 175.000 (sekitar Rp 950 juta hingga Rp 2,7 miliar).