BANGKOK, Weradio.co.id - Panggung politik Thailand kembali diguncang kabar besar.
Mantan Perdana Menteri sekaligus miliarder telekomunikasi terkemuka, Thaksin Shinawatra, 76 tahun, resmi dibebaskan secara bersyarat dari Penjara Pusat Klong Prem, Bangkok, Senin, 18 Mei 2026.
Thaksin menghirup udara bebas lebih cepat setelah hanya menjalani masa hukuman selama delapan bulan dari total vonis satu tahun penjara yang menjeratnya atas kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Seperti dilansir dari Forbes yang dibaca Weradio.co.id, Selasa, 26 Mei 2026, pembebasan tokoh karismatik ini langsung disambut riuh oleh ratusan pendukung setianya yang kompak mengenakan pakaian berwarna merah khas faksi politiknya.
BACA JUGA:Tiongkok Wajib Waspada! Raksasa Laut AS Resmi Meluncur ke Indo-Pasifik, Ada Apa?
Saat melangkah keluar dari gerbang penjara, Thaksin yang tampak didampingi oleh putrinya, Paetongtarn Shinawatra, disambut dengan sorak-sorai.
"Kami cinta Thaksin," teriak kerumunan massa yang telah menantinya sejak pagi.
Ketika dimintai keterangan oleh para awak media mengenai perasaannya setelah bebas, Thaksin sempat melempar senyum sembari mengangkat kedua tangan ke atas kepala.
"Saya merasa lega. Saya merasa seperti baru saja melakukan hibernasi panjang hingga tidak bisa mengingat apa-apa lagi sekarang," ujar Thaksin dengan nada kelakar di hadapan para wartawan.
BACA JUGA:Heboh! Konglomerat Indonesia Borong Tambang Batu Bara Australia Senilai Rp 62 Triliun, Siapa Dia?
Meskipun telah keluar dari jeruji besi, kebebasan sang miliarder belum sepenuhnya mutlak.
Berdasarkan keputusan Komite Pembebasan Bersyarat dari Kementerian Kehakiman Thailand, Thaksin wajib menjalani masa percobaan selama empat bulan ke depan.
Selama periode tersebut, ia diwajibkan mengenakan gelang pemantau elektronik (EM) pada pergelangan kakinya guna memantau pergerakannya.
Langkah pembebasan bersyarat ini sempat menuai polemik di kalangan publik. Thaksin yang kembali ke Thailand pada pertengahan 2023 setelah bertahun-tahun hidup dalam pengasingan di luar negeri, dinilai oleh sejumlah pihak mendapatkan perlakuan khusus karena sempat menghabiskan sebagian besar masa tahanannya di rumah sakit dengan alasan kesehatan, bukan di dalam sel jeruji besi biasa.
BACA JUGA:Keluar dari Pengaruh Sang Ayah, James Murdoch Borong New York Magazine Senilai Rp 4,7 Triliun
Kendati demikian, kembalinya Thaksin ke tengah masyarakat diprediksi akan mengubah konstelasi dan peta politik di Thailand secara signifikan.