Memperkuat Persaudaraan
Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak, RD Alexius Alex mengatakan, teknologi memang memberikan banyak manfaat.
Namun, harus tetap disadari agar manusia tidak kehilangan empati, hati nurani, dan kepedulian terhadap sesama.
“Gereja dipanggil untuk menghadirkan komunikasi yang menyejukkan, jujur, dan membawa harapan. Media dan teknologi hendaknya dipakai bukan untuk memecah belah, melainkan untuk memperkuat persaudaraan, membela kebenaran, dan menjaga martabat manusia,” kata RD Alexius.
Sementara itu, Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak, RP Adiantus Aloysius CP, mewakili Administrator Apostolik, Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, menyebut, komunikasi yang sejati bukan sekadar menyebarkan informasi, melainkan membangun perjumpaan antarwajah, mendengarkan suara hati sesama, dan mewartakan kebenaran dengan penuh belas kasih.
BACA JUGA:Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa Ke-57 di Media Resmi Vatikan
Sedangkan, Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, menyebut, seni pantun bisa menghangatkan suasana komunikasi. Dia memulai sambutannya dengan berpantun.
"Sudah lama tidak ke ladang. Batang tebu sudah meninggi. Sudah lama rasanya kita tidak saling pandang. Rasa rindu setengah mati. Kita tidak bisa menolak dan menghindari tantangan komunikasi yang sangat modern ini. AI itu bisa membantu dalam banyak hal, tetapi AI tetap produk manusia,” ujar Mgr Agus.
Mgr Didik berharap, Komisi Komsos di setiap Keuskupan mampu menghadirkan wajah dan suara Gereja bagi masyarakat.
Di samping mewujudkan wajah sinodalitas Gereja, juga mewujudkan misi untuk menaburkan, menebarkan, menggarami, mengurapi seluruh dunia dengan kabar sukacita.
BACA JUGA:Peristiwa Bersejarah, Indonesia Tampil Perdana di Pameran 100 Gua Natal di Vatikan
“Di sini kita lintas batas untuk saling menjumpai dan mewujudkan wajah tulus dan autentik antara kita sekalian. Saat kita berjumpa, agar terjadi proses untuk belajar. Akhirnya kita juga berbagi satu sama lain,” ujar Mgr Didik.