Baik mereka yang memiliki hobi dan minat di bidang olahraga, maupun anak-anak yang membutuhkan wadah kegiatan positif. Semua dapat bergabung dan mendapatkan pembinaan yang terarah.
Yang terpenting, pusat latihan ini hadir untuk mewadahi serta membina generasi muda agar dapat menyalurkan energi dan potensinya ke arah yang lebih produktif.
Oleh karena itu, tidak ada pembatasan berdasarkan status sosial maupun latar belakang tertentu.
BACA JUGA:Waspada Badai Rebalancing MSCI, Jumat, 29 Mei 2026, Saham-Saham Ini Justru Jadi Rebutan?
Siapa pun yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang di dunia tinju dipersilakan untuk mengikuti pembinaan sesuai dengan kategori usianya.
Untuk usia pembinaan, peserta umumnya dapat mulai bergabung sejak usia sekitar 14 tahun.
Sementara itu, untuk meniti karier sebagai atlet secara lebih kompetitif, terdapat ketentuan dan jenjang yang berlaku sesuai regulasi organisasi olahraga.
Di DKI Jakarta memiliki program pembinaan atlet yang berada di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yaitu Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) yang berlokasi di Ragunan. Program tersebut membina atlet sejak jenjang SMA hingga lulus sekolah.
BACA JUGA:Info Penting Buat Warga Jawa Barat, Ada Event Menarik Sepanjang Juni 2026
"Kehadiran training center ini diharapkan dapat menjadi pelengkap dari sistem pembinaan yang sudah ada, sehingga proses pengembangan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari usia dini hingga mencapai tingkat prestasi yang lebih tinggi." Ujar dia.
Sementara itu, Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Prof Dr, Hidayat Humaid, MPd, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi olahraga, komunitas, dan sektor swasta dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Prosesi peresmian ditandai dengan penayangan biografi pendiri Ghosun Iron Camp, penandatanganan prasasti oleh Susanto, Berty Sumakul, dan Hidayat Humaid, serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya sasana tersebut.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurus Kota Pertina DKI Jakarta dan sertifikat lisensi bagi wasit serta hakim tinju sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga tinju.
BACA JUGA:Teh Tiongkok Berisi Sabu 30 Kg Digagalkan Bea Cukai dan Polda Sumut
Ketua KONI Jakarta Pusat, Zaenal Arifin menyampaikan harapannya agar Ghosun Iron Camp dapat menjadi salah satu pusat pembinaan atlet yang mampu melahirkan petinju-petinju potensial menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Kami berharap keberadaan Ghosun Iron Camp dapat menjadi salah satu tolak ukur lahirnya juara-juara dari Jakarta Pusat untuk menghadapi PON yang akan datang," ujarnya.