“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Mencetak gol seharusnya menjadi momen yang luar biasa, namun ternyata tidak. Saya pikir kami kehilangan sedikit kedalaman menyerang, kehilangan kelancaran dalam penguasaan bola, dan membiarkan mereka mendapatkan kembali performanya,” tutur Martinez.
“Kepercayaan diri yang mereka peroleh setelah gol tersebut membuat pertandingan menjadi sangat sulit, tapi itulah yang terjadi di Piala Dunia," ujarnya.
"Saya sangat puas dengan sikap tim. Bukan masalah kurangnya komitmen atau hati; kami terus berusaha hingga akhir. Kami bisa berkembang banyak dari pertandingan ini," tutur pelatih asal Spanyol itu.
Leopard atau Macan Tutul - julukan untuk Kongo - akan kembali beraksi menghadapi Kolombia pada 23 Juni dan mengakhiri pertandingan grup mereka melawan Uzbekistan pada 27 Juni.
BACA JUGA:Nayan Project: Inisiatif Bersama Cerahkan Masa Depan Anak Indonesia