BACA JUGA:Erling Haaland Berharap Dua Golnya di Piala Dunia Membuat Rakyat Norwegia Rayakan Pesta
Sulit temukan ritme
“Kami kesulitan menemukan ritme, tidak punya kepercayaan diri untuk melewati celah dan menemukan ritme dalam beberapa umpan pendek dan kemudian pergantian permainan,” tutur mantan pelatih klub Liga Inggris Chelsea ini.
Tuchel jauh lebih bahagia setelah jeda, karena Kane dan kawan-kawan akhirnya keluar sebagai pemenang dengan cukup nyaman.
“Saya menyukai reaksi para pemain memasuki babak kedua, babak kedua sangat bagus,” katanya.
“Kami pantas menang, tapi itu emosional, banyak emosi yang terlibat dan butuh beberapa saat bagi kami untuk melaju, tapi kami berhasil melaju, dan itu positif," aku Tuchel.
Ruang kesalahan
Dari kubu Kroasia, Pelatih Zlatko Dalic mengatakan timnya yang runner-up Piala Dunia 2018 sekarang tidak punya ruang lagi untuk melakukan kesalahan jika mereka ingin melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Kroasia bangkit dua kali untuk menyamakan skor menjadi 2-2 menjelang turun minum, namun tidak mampu membalas dua gol Inggris di babak kedua.
Dalic, yang memimpin negaranya ke final Piala Dunia 2018 dan semifinal empat tahun lalu di Qatar, mengatakan sangat penting bagi para pemainnya untuk bangkit dengan cepat untuk sisa pertandingan grup mereka melawan Panama dan Ghana.
Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengakui timnya kehilangan ritme permainan saat melawan Inggris. --Dok Soccerway
“Tidak mudah untuk kalah,” katanya kepada wartawan. "Anda kehilangan rasa percaya diri, dan itu tidak baik."
BACA JUGA:Nayan Project: Inisiatif Bersama Cerahkan Masa Depan Anak Indonesia
“Kami harus mempersiapkan diri dengan cukup baik untuk dua pertandingan berikutnya di babak pertama. Sangat penting bagi kami untuk berada di level yang tepat setelah kekalahan ini. Kami tidak berhak melakukan kesalahan lagi," ujarnya.
“Kami tidak berhak atas pertandingan yang buruk atau kesalahan. Saya tidak akan mengatakan bahwa ini adalah pertandingan yang buruk. Ada beberapa kesalahan yang kami lakukan, beberapa kesalahan yang kami buat. Kami dihukum oleh lawan kami. Dua pertandingan ada di depan kami, awal yang baru," tutur Dalic.