Karena itu, bagi banyak talenta muda, program magang yang baik bukan semata soal penghasilan, melainkan tentang pengalaman belajar yang bermakna, ruang untuk berkembang, dan pemahaman yang lebih jelas tentang arah karier. Meski demikian, kompensasi yang layak tetap penting agar kesempatan magang tetap adil, inklusif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, 47 persen perusahaan sudah menyediakan program apprenticeship atau mentoring sebagai salah satu benefit utama. Ini merupakan indikator positif bahwa perusahaan mulai melihat pentingnya pengembangan talenta muda. Namun, inisiatif ini tetap perlu diperkuat dengan pemberian kompensasi finansial yang layak kepada setiap peserta magang, agar pengalaman belajar mereka juga didukung oleh fondasi ekonomi yang memadai.
Selain mengutamakan proses rekrutmen yang adil, penting bagi perusahaan untuk mewujudkan komitmen DEI (Diversity, Equity & Inclusion) secara nyata – salah satunya dengan menghilangkan hambatan finansial bagi peserta magang. Berdasarkan laporan Jobstreet by SEEK yang sama, 56 persen perusahaan di Indonesia kini telah mengadopsi inisiatif DEI. Untuk memastikan komitmen tersebut benar-benar inklusif, perusahaan dapat:
- Memberikan gaji atau uang saku yang layak kepada peserta magang
- Membuka kesempatan magang bagi kandidat dari berbagai latar belakang ekonomi
- Menghindari persyaratan informal yang membatasi akses, seperti hanya menerima kandidat yang sudah mampu membiayai hidup di kota besar tanpa dukungan finansial
BACA JUGA:Nayan Project: Inisiatif Bersama Cerahkan Masa Depan Anak Indonesia
Tanpa kompensasi yang layak, program magang pada praktiknya hanya akan dapat diakses oleh kandidat dari kelompok ekonomi lebih mapan, sementara talenta potensial dari latar belakang kurang mampu tersaring sejak awal. Hal ini bukan hanya mengurangi keberagaman di dalam perusahaan, tetapi juga menutup kesempatan perusahaan untuk mendapatkan kandidat terbaik dari berbagai segmen masyarakat.
Magang berbayar
Sebaliknya, magang berbayar yang dirancang dengan baik memberikan nilai strategis bagi perusahaan. Kompensasi yang layak:
- Menunjukkan komitmen etis, membangun persepsi positif, dan mendukung reputasi perusahaan sebagai employer of choice
Memperluas talent pool dan membuka akses bagi kandidat berprestasi yang tidak mampu bekerja tanpa bayaran
BACA JUGA:Erling Haaland Berharap Dua Golnya di Piala Dunia Membuat Rakyat Norwegia Rayakan Pesta
- Meningkatkan keterikatan dan produktivitas peserta magang, sehingga memperkuat pipeline kandidat untuk posisi penuh waktu
Dengan demikian, program magang yang adil dan dirancang dengan baik – dengan menyeimbangkan pengalaman belajar, kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah, serta kompensasi yang layak – bukan hanya keputusan moral, tetapi juga kebijakan bisnis yang cerdas untuk menjaga kesehatan ekosistem tenaga kerja dan daya saing perusahaan di masa depan.