JAKARTA, Weradio.co.id - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi meluncurkan program pelatihan strategis Region Branding for Prosperity (RBP) di Gedung BPSDM Kemendagri, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juni 2026.
Program ini hadir dengan visi besar, menjadikan pemimpin daerah sebagai arsitek reputasi wilayah yang mampu menggerakkan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Peluncuran oleh Dr. Sugeng Hariyono, CACP Kepala BPSDM Kemendagri, dan dihadiri Dr. Tr. Erna Irawati, S.Sos., M. Pol. Adm. selaku Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), serta Bapak Yuswohady Direktur Utama PT Invensi Masa Depan sekaligus penulis buku Region Branding Diamond yang menjadi landasan konseptual program ini.
Banyak daerah di Indonesia menyimpan potensi yang luar biasa namun belum berhasil mengangkatnya menjadi daya tarik yang dikenal luas.
BACA JUGA:Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni Gusar Donald Trump Mengarang Cerita Palsu soal Dirinya
Tiga persoalan mendasar yang melatarbelakangi lahirnya program ini. Pertama, banyak daerah belum sepenuhnya mengenali dan mengoptimalkan potensi unggulan wilayahnya.
Kedua, identitas autentik daerah belum terbangun secara sistematis sebagai narasi yang kuat dan konsisten.
Ketiga, DNA wilayah keunikan historis, budaya, dan ekonomi lokal belum tergali sebagai aset kompetitif di pasar global.
Desain Program Berbasis Praktik
Program RBP dirancang dengan model pembelajaran 70:20:10 memadukan pembelajaran mandiri, sesi synchronous, dan coaching klasikal intensif bersama praktisi branding dan ekonomi daerah terkemuka.
BACA JUGA:Sambut Hari Bhayangkara Polri, Polsek Metro Kebayoran Baru Gelar Bakti Religi
Kurikulum dibangun di atas kerangka Region Brand Diamond dengan lima pilar utama: Arena, Audience, Value, Narrative, dan Action (AAVNA) yang dirancang khusus untuk konteks pemerintahan daerah Indonesia.
Peserta pelatihan akan menghasilkan Region Brand Blueprint, sebuah cetak biru reputasi wilayah yang siap diimplementasikan sebagai kebijakan strategis daerah.
Sasaran Peserta
Program RBP diperuntukkan bagi pejabat pimpinan tinggi dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah seluruh Indonesia yang memiliki mandat strategis dalam pengembangan ekonomi daerah.
Program dilaksanakan dalam skema blended learning yang fleksibel dapat diikuti tanpa meninggalkan tugas utama di daerah.