JAKARTA, Weradio.co.id - Carlo Ancelotti tetap tenang setelah tim asuhannya, Brasil, bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Jepangv2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada hari Selasa, 30 Juni 2026, di Houston, Amerika Serikat. Don Carletto juga menegaskan bahwa dia tidak pernah ragu timnya akan bangkit dan memperingatkan bahwa tim Samba akan tampil lebih garang lagi.
“Di babak pertama saya mengatakan kepada para pemain untuk bersabar karena cepat atau lambat kami akan mencetak gol,” kata Ancelotti sebagaimana dilansir The Guardian seperti dibaca Weradio.co.id.
Pelatih asal Italia tersebut menambahkan, "Yang penting adalah menjaga struktur kami. Kami tahu kami berada di jalur yang benar dan kami harus terus berada di jalur ini."
Lima kali juara dunia Brasil tertinggal lebih dulu dari Jepang yang mencetak gol lebih dulu melalui Kaishu Sano pada menit ke-29 dan bermain tidak efektif sehingga tampaknya untuk pertama kalinya mereka gagal mencapai babak 16 besar Piala Dunia.
Namun, gelandang veteran Casemiro mencetak gol penyeimbang untuk Brasil sebelum Gabriel Martinelli, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir pertandingan. Ini pertama kalinya Brasil bangkit dari ketertinggalan untuk memenangi pertandingan sistem gugur Piala Dunia sejak mereka mengalahkan Inggris di perempat final tahun 2002.
“Awalnya kami berusaha mencapai superioritas di lini tengah, untuk melakukan penetrasi,” kata Ancelotti.
"Itu tidak berhasil karena penjagaan Jepang sangat ketat. Mereka benar-benar tertutup," lanjut Don Carletto, julukan Ancelotti.
"Kami melakukan perubahan pada jeda untuk mencoba menembus area mereka lebih jauh. Kami menyilangkan beberapa bola dan maju dengan lebih baik, jadi ini adalah sebuah evolusi. Kami kesulitan menemukan ruang pada awalnya, tetapi kami mampu menyelesaikan masalah ini dengan sangat baik," jelas mantan arsitek Real Madrid ini.
BACA JUGA:Diremehkan Banyak Pihak, Indonesia Malah Ukir Sejarah Juara AVC Men's Cup 2026
Ancelotti juga mengklarifikasi alasan Neymar dicadangkan. Dia berencana menggunakan sang superstar pada menit ke-60 hingga 65, atau jika diperlukan perpanjangan waktu. Namun, begitu Brasil menyamakan kedudukan dan menguasai kendali, Ancelotti menghindari perubahan struktur skuad.
“Saya memberi tahu Neymar bahwa jika kami tidak bisa menyamakan kedudukan pada titik tertentu, saya akan memasukkannya ke dalam lapangan," katanya.
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memeluk pemain muda tim Samba Endrick saat pergantian pemain melawan Jepang. --Dok Soccerway
Namun, untuk saat ini, satu-satunya keterlibatan pemain berusia 34 tahun di Piala Dunia edisi ke-23 ini adalah 15 menit sebagai pemain pengganti ketika mengalahkan Skotlandia di fase gugur, ketika itu Brasil sudah hampir dapat dipastikan memenangi pertandingan.
Meskipun Jepang layak unggul di babak pertama, Ancelotti menegaskan bahwa ini adalah penampilan Brasil yang lebih baik daripada penampilan mana pun di babak penyisihan grup.