JAKARTA, Weradio.co.id - Thomas Tuchel yang kelelahan namun gembira memberikan penghormatan kepada "penampilan heroik" dari Inggris setelah mereka keluar dari Estadio Azteca dengan kemenangan bersejarah 3-2 atas tuan rumah bersama Meksiko, Senin, 6 Juli 2026. Three Lions selanjutnya akan tampil di perempat final Piala Dunia 2026, di mana mereka akan bertemu tim "pembunuh" raksasa Norwegia.
Banyak pemain Inggris tergeletak di lapangan Azteca di akhir pertandingan yang penuh ketegangan dan emosi, di mana mereka menahan gelombang tekanan hampir sepanjang babak kedua setelah kartu merah Jarell Quansah. Tuchel mengatakan kemenangan tersebut terasa seperti memenangi final dan memuji sikap timnya yang kelelahan.
“Penampilan heroik dan hasil heroik,” kata Pelatih Inggris Tuchel sebagaimana dilansir The Guardian seperti dikutip Weradio.co.id.
Pelatih asal Jerman tersebut menambahkan, “Saya sangat senang dengan para pemain, dan juga bagi saya, untuk menjalani pengalaman ini dalam dua hari terakhir. Kenangan yang sangat istimewa, dan di tengah semua kesulitan, ini membuatnya sangat istimewa bagi kami."
“Jika sebuah tim memiliki hati dan keyakinan, maka itu adalah tim ini. Mereka melakukannya dengan tekad yang kuat. Tak ada kata-kata. Pertandingan ikonik, stadion ikonik, kami mengatasi begitu banyak kesulitan hari ini," ucap Tuchel.
Dua bintang Inggris, Harry Kane dan Jude Bellingham, merenyangan kedua tangan mereka sebagai apresiasi atas dukungan pendukung mereka di Stadion Azteca. --Instagram England Team
Tuan rumah Meksiko belum pernah kalah di kandang legendaris mereka, Azteca, sejak 2013. Tetapi dua gol Jude Bellingham di babak pertama dan gol penalti Harry Kane, yang terjadi segera setelah Quansah diusir ke luar lapangan, membawa Three Lions atau Tiga Singa Inggris menang meskipun suasana memanas dan ada kekhawatiran tentang efek ketinggian.
“Saya merasa dalam persiapan pertandingan bahwa ini tidak terasa seperti pertandingan babak 16 besar,” kata Tuchel. “Sampai sekarang pun masih terasa seperti final atau semacamnya.”
Inggris memanfaatkan serangan langka mereka sebelum jeda dan bertahan dengan gigih di tahap akhir dengan lima pemain bertahan. “Babak 16 besar adalah momen dalam turnamen ketika Anda menemukan cara untuk menang,” ucap Tuchel. “Kami melakukannya dengan mentalitas dan semangat penuh. Saya sangat bangga dengan mentalitas dan cara tim ini. Ini adalah malam yang sangat istimewa bagi kami."
BACA JUGA:Heboh Era Digital, Apakah Kebebasan Pers Ada Batasnya? Ini Fakta Hukumnya!
“Tentu saja (para pemain) kelelahan, berada di level berikutnya, yang indah untuk dilihat karena bahkan ini memberikan koneksi dengan para penggemar," sebut Tuchel.
Hantu Maradona
Hantu gol "Tangan Tuhan" maestro Argentina Diego Maradona ke gawang Inggris di Azteca pada tahun 1986 mungkin akhirnya telah terkubur. "Kami memiliki sejarah yang sangat menyedihkan dengan stadion ini, jadi kami berdamai hari ini," tegas Tuchel.
Awan kelabu terbesar di skuad Inggris adalah cedera yang dialami Jordan Henderson. Mantan gelandang Liverpool ini mengalami cedera pergelangan tangan setelah tampak terpeleset saat melompati papan reklame dalam perayaan pasca pertandingan. Dia akan menginap di rumah sakit semalaman bersama anggota staf medis dan tidak akan ikut bepergian dengan tim kembali ke markas mereka di Kansas City.