JAKARTA, Weradio.co.id - Kisah inspiratif datang dari dunia pasar modal Indonesia. Seorang mantan pelaut samudra (ocean-going seaman), Vier Abdul Jamal, membuktikan keberanian mengambil keputusan ekstrem atau dikenal dengan istilah "membakar jembatan" dapat mengantarkan seseorang pada puncak kesuksesan finansial.
Tidak tanggung-tanggung, pria yang mengawali karier investasinya dari dana kelolaan sebesar US$ 30 juta pada 2004 ini, kini sukses menorehkan sejarah dengan mengelola dana (Asset Under Management/AUM) fantastis senilai US$ 15,7 miliar atau setara lebih dari Rp 250 triliun.
Pria kelahiran Pontianak, 19 Juni 1969, yang akrab disapa Veri Riang Hepat ini, kini aktif membagikan resep rahasia kesuksesannya melalui metode perdagangan saham dan komoditas terstruktur yang dia namakan Super Kluster.
Melalui program pelatihan Vier Billionaire Club (VBC) dan Vier Learning Center, dia telah mengedukasi lebih dari 15.000 peserta reguler guna mempersiapkan masa depan finansial yang mandiri.
BACA JUGA:Limbah Sabut Kelapa Disulap Jadi Cocopeat Bernilai Ekonomis
Membakar Jembatan Demi Menjadi Trader Global
Perjalanan karier profesional Vier dipenuhi dengan kepasrahan dan keteguhan yang matang. Meninggalkan kenyamanan profesi pelaut samudra bukanlah perkara mudah.
Namun, berbekal ketajaman analisis dan mentalitas pantang menyerah, dia memilih beralih profesi sepenuhnya menjadi seorang global stock trader.
Keberanian tersebut membuahkan hasil manis. Berbagai penghargaan bergengsi nasional hingga internasional berhasil disabetnya, termasuk dinobatkan sebagai salah satu penerima Indonesia Top 50 CEO Award 2023 serta penghargaan The Best IPO Investor Group.
Reputasinya sebagai salah satu penasihat investasi terbaik di Indonesia terbukti lewat rekam jejak mematangkan 51 penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) sepanjang periode 2017 hingga 2023.
BACA JUGA:Keluar dari Pengaruh Sang Ayah, James Murdoch Borong New York Magazine Senilai Rp 4,7 Triliun
Mengupas Jurus Jitu Super Kluster
Kunci utama keberhasilan transaksi Vier terletak pada kesederhanaan metode analisis yang digunakannya.
Alih-alih memakai indikator rumit yang membingungkan, Vier merancang konsep perdagangan orisinal yang dinamakan Super Kluster (Simple Trading Concept).
Metode ini membagi pergerakan harga pasar, baik pada instrumen emas (XAU/USD), saham, maupun kripto, ke dalam empat zona psikologis utama.
Pertama, Zona A (Stop/Buy), yaitu Area risiko tinggi yang sebaiknya dihindari untuk pembelian langsung.