JAKARTA, Weradio.co.id - Timnas voli putra Indonesia bakal meladeni tantangan Kamboja di final SEA V Cup 2026. Kepastian tersebut didapat setelah Pasukan Garuda melibas Vietnam dengan kemenangan 3-0 (25-22, 25-20, dan 25-22) pada semifinal di Filipina, Sabtu malam WIB, 18 Juli 2026.
Pada pertandingan final Indonesia akan berjumpa lagi dengan Kamboja. Adapun Kamboja melaju ke final setelah membuat kejutan dengan mengalahkan tim tangguh Thailand 3-1.
Menghadapi Indonesia, Vietnam memberikan tekanan besar pada awal pertandingan. Servis kuat yang dilancarkan para pemain Vietnam membuat penerimaan bola pertama Indonesia tidak berjalan baik. Ini membuat Farhan Halim dan kawan-kawan sempat tertinggal lima poin.
Pasukan Garuda juga beberapa kali kehilangan poin akibat kegagalan servis. Kondisi tersebut membuat upaya mengejar Vietnam berlangsung sulit pada paruh awal game pembuka.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi Bioetanol PTPN I (Persero) di Kabupaten Malang
Tim pelatih Indonesia kemudian meminta Farhan dan kawan-kawan mengurangi kesalahan dan lebih tenang saat menerima servis. Perubahan tersebut membuat Indonesia perlahan memangkas jarak sebelum berbalik memenangi game pertama 25-22.
Keberhasilan membalikkan keadaan di game pertama meningkatkan kepercayaan diri para pemain Indonesia. Pasukan Garuda tampil lebih terorganisasi pada game kedua dan menekan permainan Vietnam melalui servis terarah.
Indonesia awalnya kesulitan menghadapi permainan melawan Vietnam sehingga sempat tertinggal dalam perolehan poin di awal pertandingan. --Dok PBVSI
Indonesia menguasai game kedua dengan skor 25-20. Vietnam mencoba memperpanjang pertandingan pada game ketiga, tetapi konsistensi Indonesia kembali menghasilkan kemenangan 25-22.
Asisten pelatih timnas voli putra Indonesia, Nur Widayanto, menilai Vietnam merupakan salah satu tim dengan materi pemain terbaik dalam turnamen tersebut.
BACA JUGA:HR yang Bekerja secara Reaktif Bisa Persulit Perusahaan Bangun Keberlanjutan Jangka Panjang
Menurut Nur, kekuatan individu yang merata dan organisasi blok yang solid membuat Vietnam sulit dihadapi.
“Dari materi pemain, Vietnam termasuk salah satu tim terkuat. Kemampuan individunya merata dan mereka mempunyai sistem blok yang bagus,” kata Nur Widayanto dalam siaran pers yang diterima Weradio.co.id.
Menurut Nur Widayanto, tekanan servis Vietnam menjadi persoalan utama bagi Indonesia pada awal pertandingan. Terlebih lagi penerimaan yang kurang sempurna dari para pemain Indonesia membuat pengumpan kesulitan mengembangkan variasi serangan.
“Pada poin-poin awal game pertama, kami sulit membangun serangan, karena servis Vietnam cukup kuat. Penerimaan bola kami juga belum bagus sehingga sempat tertinggal beberapa poin,” jelas Nur Widayanto.