"Indonesia bukan hanya Jakarta atau kota-kota besar. Kita harus melihat anak-anak di kota kecil, daerah pinggiran, hingga Indonesia Timur. Mereka juga memiliki mimpi dan potensi yang luar biasa," ujar Liza.
"Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pendampingan, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka," tambah Liza.
Liza menilai proses menemukan talenta kreatif tidak berbeda dengan mencari atlet berprestasi. Dibutuhkan pembinaan yang berkesinambungan agar lahir generasi yang mampu menjadi sutradara, produser, animator, kreator digital, hingga inovator di berbagai bidang pekerjaan.
Wadah Strategis
Menurutnya, keberadaan SEAVFC menjadi salah satu wadah strategis untuk mengasah kemampuan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak Indonesia menunjukkan karya terbaiknya di tingkat regional ASEAN.
Dengan pengalaman sebagai Assistant Board of Indonesia dan tiga kali menjadi dewan juri, Liza berharap semakin banyak talenta muda Indonesia yang lahir melalui ajang Festifal Video Anak ASEAN tersebut.
"Kalau kita serius membina mereka sejak sekarang, saya yakin akan lahir lebih banyak anak Indonesia yang bukan hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.
Mereka nantinya bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui kreativitas yang mereka miliki," pungkasnya.