Siap jawab tantangan
Salah satu cabor andalan Jakarta adalah anggar yang ingin memanfaatkan momentum bertanding di kandang sendiri untuk meraih prestasi tertinggi.
Ketua Umum Pengprov IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) DKI Jakarta Ghozi Zulazmi menyambut positif anggar dipertandingkan di Jakarta. IKASI Pengprov Jakarta pun akan berusaha keras untuk menjawab tantangan tersebut.
"Sivitas anggar Jakarta bergembira anggar di pertandingan di Jakarta. Kami sepakat harus mengembalikan kejayaan anggar Jakarta di level nasional. PON 2028 jadi momentumnya. Mumpung digelar di Jakarta, jadi kami harus bisa meraih prestasi tertinggi, tegas Ghozi Zulazmi, yang juga anggota Komisi E DPRD DKI dari Fraksi PKS.
Untuk itu, menurut Ghozi, IKASI Jakarta saat ini sudah menyiapkan 24 atletnya yang ditangani enam pelatih lokal. Mereka juga melakukan penguatan tim dengan menggelar sirkuit internal bulan depan. Tujuannya untuk melihat sejauh mana progres atlet yang mengikuti pelatda dan mencari yang terbaik di antara mereka.
BACA JUGA:Pramono Anung: LRT Velodrome-Manggarai Mulai Beroperasi di Agustus 2026
IKASI Jakarta juga melakukan pembinaan berjenjang, training camp, hingga uji tanding internasional agar atlet-atlet DKI mampu menjadi juara umum sekaligus mengangkat prestasi Jakarta di PON 2028,
"Kami harus optimistis. Ada waktu dua tahun untuk mematangkan persiapan. Kami melakukan pembinaan berjenjang, training camp. Dan penguatan melalui sirkuit internal, kejurnas, kejurda. Ada juga rencana tryout ke luar negeri, tapi belum pasti di mana. Masih didiskusikan. Bisa Asia, Eropa, atau Amerika. Tergantung kebutuhan pelatih," tutur Ghozi.
Lebaran atlet
Sementara itu, Kadispora DKI Jakarta Andri Yansyah melihat PON sebagai lebaran untuk para atlet.
"Karena ini lebarannya atlet, kami harus bisa memberi kebahagiaan dan kesempatan bagi semua atlet. Jangan sampai ada pelarangan atlet tampil di PON," tegas Andri.
BACA JUGA:Lionel Messi dan Neymar Ternyata Punya Akar Keturunan yang Sama
Hidayat Humaid sepakat dengan Andri Yansyah. "Atlet tidak boleh menjadi korban. Biasanya itu terjadi di cabor-cabor yang ada dualisme kepemimpinan. Arahan Pak Gubernur bahwa organisasi masih berdinamika silahkan, karena tanahnya organisasi. Tetapi atlet jangan dikorbankan," katanya.
"Di manapun organiisasinya, atletnya harus boleh ikut bertanding. Masak ada atlet yang sudah membela Merah Putih, di-banned tidak bisa ikut membela daerahnya. Jadi, tolong, atlet jangan dikorbankan," lanjut Hidayat.
Anggaran 166 miliar
Dalam diskusi tersebut Andri Yansyah juga menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah mengalokasikan anggaran Rp 166 miliar untuk menggelar 17 cabor PON XXII. Anggaran tersebut untuk merevitalisasi sejumlah venue agar memenuhi standar nasional.