JAKARTA, Weradio.co.id - Dugaan adanya praktik pemotongan setoran dalam penyediaan makanan kini menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Kejaksaan tengah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut setelah muncul indikasi bahwa pemotongan anggaran berdampak pada penurunan kualitas makanan yang diterima masyarakat.
Dalam keterangannya, Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono menjelaskan, bahwa penyedia makanan diduga harus mengalokasikan sebagian anggaran untuk memenuhi kewajiban setoran tertentu. Kondisi itu disebut berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang disajikan.
"Makanya akhirnya terjadi seperti itu. Entah bagaimana caranya, kualitas makanannya dikurangi karena mereka harus menganggarkan dana untuk setoran potongan tadi," ujar Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono didampingi Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono di Kantor BGN, Jumat, 31 Juli 2026.
BACA JUGA:Ada Apa? Kejagung Minta Jajaran Kajati Setop Pengumpulan Data Program MBG
Menurut Sudaryono, dugaan praktik tersebut kini sedang didalami oleh pihak kejaksaan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pengelolaan anggaran penyediaan makanan.
"Nah, inilah yang saat ini sedang diperiksa oleh kejaksaan," kata Sudaryono.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengungkap fakta secara menyeluruh, termasuk dugaan adanya pemotongan dana yang berdampak pada mutu makanan.
Apabila terbukti terjadi penyimpangan, aparat penegak hukum diharapkan mengambil langkah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BACA JUGA:Surat Rahasia Kejagung Bocor, Rekam Jejak Calon Pejabat Kembali Jadi Sorotan
"Ini penjelasan saya,. Karena saya gemes juga lihat apa komentar di sosial media. Seolah-olah kan MBG ini ngabisin anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang, ini kurang, itu kurang," jelas Sudaryono.
Temuan Rekening Virtual Account Anomali
Sudaryono pun mengungkapkan temuan rekening virtual account anomali terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sudaryono mengatakan, anomali tersebut berupa SPPG dengan rekening virtual account double atau bahkan belum beroperasi.
"Nah, dalam proses pemeriksaan, ya, setelah kami ada di sini kami periksa semua gitu. Setelah kami periksa ribuan-ribuan rekening itu, kami menemukan semacam anomali," kata Sudaryono.
"Bahwa ada saldo rekening yang terkirim dari, terkirim dari pusat kepada rekening-rekening dapur yang dalam bentuk virtual account itu, ternyata rekening penampungan rekening dapur itu dapurnya either dapurnya itu belum beroperasi," lanjut dia.