Setelah barang bukti ditemukan, Lanal Dabo Singkep segera berkoordinasi dengan unsur laut terdekat.
KRI Beladau-643 yang tengah berpatroli di sekitar wilayah operasi langsung bergerak menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian dan mendukung proses penindakan.
Dari hasil penyelidikan sementara, pasir timah ilegal tersebut diduga akan diselundupkan ke Malaysia menggunakan metode Ship to Ship (STS), yakni pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain di tengah laut untuk menghindari pengawasan aparat.
BACA JUGA:TNI AL Kodaeral IV Batam Peringati Hari Dharma Samudera 2026
Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial H alias AL yang diduga sebagai pemilik keramba apung.
Selain pasir timah, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senapan angin Predator Airgun, satu pucuk airsoft gun jenis pistol Magnum merek Jericho 941, satu lembar KTP, serta dua unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyelundupan.
Seluruh barang bukti beserta terduga pelaku kini diamankan di Mako Lanal Dabo Singkep untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Aparat juga terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan penyelundupan pasir timah lintas negara.
BACA JUGA:Mantan Wartawan Resmi Menjabat Kadispen Kodaeral IV
Menurut Laksda TNI Berkat Widjanarko, keberhasilan operasi ini tidak hanya menggagalkan penyelundupan komoditas mineral strategis, tetapi juga menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp 1,337 miliar.
"TNI Angkatan Laut akan terus meningkatkan patroli, pengawasan, dan penegakan hukum di seluruh wilayah perairan Indonesia melalui sinergi dengan berbagai instansi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mencegah penyelundupan, menjaga kedaulatan negara, serta melindungi kekayaan alam Indonesia dari eksploitasi ilegal," tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga sejalan dengan komitmen TNI AL dalam mendukung kebijakan pemerintah memperkuat keamanan maritim nasional serta menjaga sumber daya alam agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
TNI AL juga mengajak masyarakat pesisir dan para pelaku usaha maritim untuk berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di laut.
BACA JUGA:Sinergi TNI AL dan Tim SAR Gerak Cepat Evakuasi Korban di Barelang
Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara dan mengancam kedaulatan Indonesia.