Fitur dan kanal pelaporan yang memudahkan pencari kerja mengadukan iklan mencurigakan langsung dari halaman lowongan.
"Salah satu modus yang kian marak menjerat korban adalah penipuan lowongan kerja. Karena itu, kami menempatkan keamanan dan integritas platform sebagai prioritas – mulai dari verifikasi berlapis, deteksi dini berbasis AI, hingga edukasi berkelanjutan bagi pencari kerja," tutur Head of Country Marketing – Indonesia Jobstreet by SEEK Sawitri.
Tips Aman
Agar pencari kerja lebih aman dan percaya diri di dunia kerja digital, Jobstreet membagikan lima langkah praktis berikut ini.
1 Gunakan platform resmi
Cari dan lamar pekerjaan melalui situs pencarian kerja resmi seperti Jobstreet, situs rekrutmen resmi perusahaan, atau kanal rekrutmen yang jelas identitas dan reputasinya. Hindari mengandalkan informasi lowongan hanya dari pesan berantai atau broadcast, grup chat, ataupun akun media sosial yang tidak terverifikasi.
BACA JUGA:Gebrakan Sumpah Pemuda, Elpala dan Siwo PWI Jaya Gelar Kejuaraan Wall Climbing di SMA 68 Jakarta
2 Waspadai tawaran
Janji gaji sangat tinggi untuk pekerjaan yang tidak jelas tugas dan kualifikasinya, atau iming-iming "kerja ringan dari rumah" dengan komisi besar, adalah tanda bahaya klasik. Selalu baca deskripsi pekerjaan dengan teliti dan kritis terhadap klaim atau penawaran yang tidak realistis.
Jangan pernah membayar untuk mendapatkan pekerjaan
Permintaan biaya "administrasi", "pelatihan", "seragam", atau bentuk pembayaran lain di awal proses rekrutmen adalah tanda bahaya (red flag). Perusahaan yang kredibel tidak meminta uang dari kandidat agar bisa direkrut. Jika diminta membayar, hentikan proses dan laporkan.
3 Lindungi data pribadi
Jangan membagikan data sensitif seperti nomor identitas, nomor rekening, OTP, atau salinan dokumen resmi seperti KTP atau paspor di tahap awal. Hindari memindahkan komunikasi ke nomor pribadi atau grup tidak resmi bila proses belum jelas.
4 Izin kerja sah
Bekerja di luar negeri dengan visa kunjungan wisata adalah praktik ilegal yang sering dimanfaatkan pelaku TPPO. Pastikan jenis visa dan izin kerja Anda benar, konfirmasi detail perusahaan dan posisi kerja melalui sumber resmi, dan bila perlu cek ke kedutaan atau konsulat negara tujuan sebelum berangkat.