SURABAYA, Weradio.co.id — Sebuah kawasan kota tak hanya diwakili oleh deretan gedung. Ia lahir dari visi tentang bagaimana manusia akan hidup, belajar, bekerja, berbisnis, dan berinteraksi di masa depan. Gagasan itulah yang tengah diwujudkan melalui Urbanova Edu Hub di Surabaya Timur. Setelah diperkenalkan pada Mei 2026, pengembangan Urbanova kini memasuki tahap yang lebih konkret.
Meski situasi regional dan global masih dinamis akibat konflik kawasan yang mengerek harga minyak dunia dan komoditas lainnya, direksi PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) maju selangkah melalui penjajakan kerjasama dengan salah satu BUMN raksasa asal China. Perusahaan negara dimaksud adalah China Light Industry International Engineering Co,. Ltd. (CLIEC) yang diproyeksikan menggarap kawasan yang dirancang sebagai Edu Hub pertama di Indonesia.
Melalui Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan CLIEC yang diwakili Mr. Wang Yanju sebagai Marketing Director, DMS Propertindo menjajaki pelaksanaan proyek dengan skema turnkey. Skema ini memungkinkan mitra menangani rangkaian pekerjaan mulai dari perencanaan teknis, engineering, pengadaan, konstruksi, hingga penyelesaian proyek sesuai spesifikasi yang disepakati. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Urbanova dilakukan dengan pendekatan yang terintegrasi, efisien, dan terukur.
Sebagaimana disampaikan oleh Mohamad Prapanca, Direktur Utama DMS Propertindo, kerja sama ini sangat penting dan positif untuk mempercepat pembangunan Urbanova Edu Hub. Pasalnya, China dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai kekuatan penting dalam rekayasa teknologi dan pembangunan berskala besar.
BACA JUGA:Begini Cara Smartin dan Dupoin Serukan Mitigasi Risiko Berinvestasi
“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah strategis Perseroan untuk memperkuat pengembangan Urbanova Edu Hub. Kami meyakini pengalaman, kapabilitas teknologi, serta dukungan finansial yang dimiliki China Light Industry International Engineering Co. Ltd akan mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan,” ujar Prapanca dalam Signing Ceremony antara PT DMS Propertindo dan CLIEC di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026.
Ia menambahkan kalau partnership ini juga sangat produktif bagi kedua belah pihak dalam menciptakan nilai tambah dan meningkatkan penerimaan perusahaan. “Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, meningkatkan value proyek, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan revenue Perseroan di masa mendatang. Realisasi pembiayaan pembangunan (capex) ini juga semakin positif dengan adanya back up dari CLIEC. Sehingga pembangunan Urbanova dapat berjalan tepat waktu dan terjaga kualitasnya,” tambahnya.
Sementara itu, Surabaya Timur dipilih sebagai lokasi pengembangan Urbanova karena kawasan tersebut sudah memiliki ekosistem yang mendukung. Proyek ini berada di tengah lingkungan pendidikan dan industri yang terus berkembang. Urbanova disebut memiliki potensi pasar lebih dari 64 ribu mahasiswa, dengan sejumlah perguruan tinggi yang berada dalam radius yang relatif dekat. Di sisi lain, keberadaan kawasan industri SIER turut menjadi basis aktivitas ekonomi dan tenaga kerja.
Dengan fun fact tersebut, Urbanova tidak perlu membangunekosistem dari nol. Ia justru hadir untuk menghubungkan ekosistem yang sudah ada. Inilah yang membuat konsep Urbanova Edu Hub berbeda dari pengembangan kawasan properti konvensional. Pendidikan menjadi salah satu anchor, tetapi aktivitas kawasan tidak berhenti pada pendidikan saja. Hunian, bisnis, ruang komunal, olahraga, hospitality, kesehatan, dan gaya hidup dirancang untuk saling mendukung.
Rencananya, Edu Hub ini akan dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 23 hektare. Di dalamnya dirancang berbagai fungsi yang saling terintegrasi, mulai dari residensial modern, business hub, event space, hotel, showroom, fasilitas publik, rumah sakit, hingga sekolah internasional. Kawasan pendidikan masa depan membutuhkan tempat untuk bertemu, berdiskusi, bekerja, berolahraga, berkreasi, membangun jejaring, bahkan mengembangkan bisnis.
Keseriusan terhadap proyek ini juga tercermin dari skalainvestasi yang digelontorkan. PT DMS Propertindo menyiapkan capital expenditure yang cukup besar sekitar Rp 3 triliun, untuk pengembangan Urbanova Edu Hub. Oleh karena itu, dengan masuknya CLIEC yang menggandeng Sinosure menjadi bagian penting dari tahapan pembangunan berikutnya. CLIEC merupakan BUMN Republik Rakyat Tiongkok yang memiliki pengalaman dalam bidang engineering industri berskala besar. Mereka sudah menangani ribuan project di China dan ratusan lainnya di luar negeri.
Kapabilitas tersebut diharapkan dapat membantu memastikan proses pembangunan Urbanova berlangsung lebih efektif sekaligus menjaga kualitas dan target penyelesaian proyek.Bagi DMS Propertindo, kolaborasi ini juga merupakan bagian dari strategi untuk menggandeng mitra global yang memiliki kompetensi, pengalaman, teknologi, dan kapasitas untuk mendukung pengembangan proyek strategis.
Di tengah perkembangan kota-kota besar, tantangan pengembangan kawasan bukan lagi sekadar menyediakan bangunan baru. Pertanyaan yang lebih penting adalah: ekosistem seperti apa yang akan dibangun di dalamnya? Urbanova Edu Hub mencoba menjawab pertanyaan tersebut.Kawasan ini dirancang agar pendidikan tidak berdiri sendiri, hunian tidak terpisah dari pusat aktivitas, dan bisnis tidak berjalan tanpa dukungan dari komunitas. Semua elemen dirancang untuk saling menghidupkan.
BACA JUGA:Shin Tae-yong akan Bangun Fisik dan Taktik Dasar Persija Jakarta Melalui TC di Thailand