JAKARTA, Weradio.co.id - Siswa Kolese Kanisius, Ignatius Haryo Dimitrie (Dimie) kelas XII dan Michael Timur Dewabarata (Michael) kelas VII menanam 400 bibit pohon buah jenis mangga, durian, dan kelengkeng di Desa Boto, Kabupaten Wonogiri.
Gerakan ini didasari untuk melestarikan lingkungan secara berkelanjutan.
Upaya ini tidak mudah dilakukan saat anak SMA dan SMP seusia mereka duduk manis dan berpangku tangan, tetapi tidak dengan Dimie dan Michael yang berangkat dari kesadaran untuk melakukan perubahan di Wonogiri.
Mereka melakukan ini didasari oleh nilai-nilai Perayaan 100 Tahun Kolese Kanisius Jakarta yang menandai satu abad lembaga pendidikan Yesuit yang berdiri sejak 1 Juli 1927.
Perayaan ini mengusung tema Canisius College Centennial: Towards a Global Mission dengan rangkaian acara yang berlangsung dari tahun 2025 hingga puncak perayaan pada 2027.
Salah satu rangkaiannya adalah 100 Aksi untuk 100 Tahun. Karena itu, Dimie dan Michael turut melestarikan lingkungan yang berkelanjutan sebagai gerakan sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat luas.
Namun, kendala yang dihadapinya pun tidak mudah, mulai dari ketidak kepercayaan dari teman sebaya, akses yang jauh, dan pengorbanan waktu yang harus mereka jalani.
Hal ini berbuah manis bak gayung bersambut, Dimie dan Michael yang berhasil membangun awareness masyarakat Wonogiri untuk bisa menjaga lingkungan untuk konsep berkelanjutan.
“Hal ini saya lakukan. Sebab, saya melihat potensi yang besar apabila dikabupaten wonogiri ini bisa diberdayakan, mulai dari hal yang sederhana yaitu menanam pohon. Dari hal menanam pohon ini banyak manfaat yang bisa diambil mulai dari buah, dahan, dan juga sumber resapan air. Kalau istilah jawanya menanam pohon sama dengan menanam banyu atau menanam air. Hal ini sejalan makin banyak pohon makin banyak resapan air yang masuk kedalam tahan,” ujar Dimie dalam wawancaranya.
Sementara itu, dukungan warga sekitar juga menyambut baik aksi yang menjadi konsentrasi kedua kakak beradik ini untuk memberdayakan masyarakat sekitar.
Tidak hanya menanam saja tetapi juga bagaimana mengedukasi masyarakat agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dan subur.
Pendampingan dari pemerintah juga sangat penting untuk keberlangsungan pohon yang ditanam.
BACA JUGA:Kardinal Suharyo Pimpin Peletakan Batu Pertama Gereja TNI - Polri St. Ignatius Jatisari
“Kalau buat saya ini eksperimen yang luar biasa ya, menanam pohon ini mengajarkan saya bagaimana belajar berbagi, belajar merelakan tabungan saya untuk membeli pohon. Dan, saya bisa belajar bagaimana melihat orang lain tersenyum dengan tunas bibit pohon yang saya berikan. Semoga banyak anak indonesia yang akan sadar untuk gerakan ini," ujar Michael.