Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, sebelumnya menyampaikan Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri pembukaan Muktamar.
Sementara kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih menunggu perkembangan dan konfirmasi sesuai agenda kenegaraan.
Di sisi penyelenggaraan, persiapan Muktamar NU Ke-35 telah memasuki tahap akhir.
BACA JUGA:Bea Cukai Gagalkan 2,6 Ton Sabu dan 1,57 Juta Rokok dari Kapal MV Ocean Porter
Panitia juga menggunakan teknologi untuk mendukung pelayanan peserta. Sistem berbasis chip dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) disiapkan untuk membantu kebutuhan akomodasi, konsumsi hingga pelaksanaan persidangan.
Selain itu, lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV telah dipasang di kawasan Muktamar.
Kamera tersebut digunakan untuk membantu pemantauan selama kegiatan berlangsung.
Pantauan Kamis siang menunjukkan kawasan Tambakberas semakin ramai. Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah berdatangan untuk mengikuti Muktamar NU Ke-35.
BACA JUGA:Sosialisasi Lomba Binter, Wujudkan Kesamaan Persepsi dan Tingkatkan Kualitas Pembinaan Teritorial
Pasukan inti Pagar Nusa, salah satu badan otonom NU, juga terlihat bersiap di lokasi. Kesiapan Pagar Nusa menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran kegiatan dan penyambutan tamu yang menghadiri pembukaan.
Muktamar Ke-35 menjadi ruang permusyawaratan tertinggi NU yang mempertemukan ulama, kiai, serta utusan dari berbagai wilayah dan cabang untuk membahas arah organisasi lima tahun ke depan.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pemilihan Rais Aam PBNU dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU untuk masa khidmat 2026-2031.
Sejumlah nama juga telah muncul dalam dinamika bursa calon Ketua Umum PBNU, di antaranya KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, dan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.
Namun, penetapan kepemimpinan tetap akan dilakukan sesuai mekanisme dan aturan organisasi NU.
Selain membahas kepemimpinan, Muktamar NU Ke-35 akan membahas berbagai persoalan keagamaan, kemasyarakatan, kebangsaan, serta program dan arah perjuangan NU untuk lima tahun mendatang.