JAKARTA, Weradio.co.id - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi ekonomi hijau nasional melalui pengintegrasian prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis perusahaan.
Langkah strategic bertajuk Creating Shared Value (CSV) ini dipaparkan langsung oleh Head of Corporate sustainability PT Kalbe Farma Tbk, Abi Nisaka, dalam ajang bergengsi Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 di SMESCO Convention Hall, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
Forum yang mengusung tema Indonesia’s Green Economy Leap: Transforming the Future of Competitiveness tersebut menjadi panggung bagi Kalbe untuk memamerkan ekosistem keberlanjutan perusahaan yang bertajuk Bersama Sehatkan Bangsa.
Lewat komitmen ini, Kalbe berfokus menciptakan dampak jangka panjang bagi konsumen dan masyarakat melalui penyediaan akses kesehatan yang luas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
BACA JUGA:Waspada Bahaya Diabetes, Kalbe Terus Gencarkan Ekosistem Diabetes Total Solution
Dalam pemaparannya, Abi Nisaka menjelaskan bahwa praktik keberlanjutan Kalbe disokong oleh lima pilar eksternal dan empat pilar internal yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG Nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
"Kami mengelola perusahaan agar mampu memberikan dampak berkelanjutan dengan memperluas akses layanan kesehatan serta menjaga kelestarian lingkungan hidup," kata Abi Nisaka.
Konkret Ramah Lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial
Pada aspek lingkungan (Environment), Kalbe secara bertahap menggenjot efisiensi energi dan pengurangan emisi karbondioksida (CO₂).
Salah satu langkah nyatanya adalah pemasangan panel surya di fasilitas produksi baru serta mengalihkan sebagian kendaraan operasional distribusi menjadi motor listrik guna menekan angka emisi karbon.
BACA JUGA:Kalbe Edukasi Masyarakat Kelola Timbulan Sampah Organik SPPG di Kabupaten Wonogiri
Sementara itu, pada aspek sosial (Social), Kalbe memprioritaskan peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat secara merata.
Langkah ini diwujudkan melalui penguatan partisipasi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penyediaan alat diagnostik seperti distribusi 300 kit deteksi TBC (Indigen/Kalgen DNA) ke 12 kota yang menjangkau lebih dari 14.000 sampel, hingga penyediaan solusi terpadu untuk penyakit kronis seperti diabetes dan ginjal.
Tak hanya itu, Kalbe juga aktif menjalankan program penanganan stunting bagi ibu dan anak bekerja sama dengan BKKBN dan Universitas YARSI di berbagai wilayah, seperti Tembilahan (Riau), Tangerang (Banten), dan Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat).
Perusahaan, kata Abi, juga memberdayakan lebih dari 8.000 petani jahe merah lokal guna membangun rantai pasok bahan baku herbal yang berkelanjutan.