Salah satu gagasan penting yang mengemuka adalah perlunya para alumni ikut memikirkan roadmap pengembangan STFT Sinaksak untuk 10 tahun, bahkan 40 tahun mendatang.
Refleksi tersebut sekaligus melahirkan pertanyaan lain yang tidak kalah penting: Quo vadis, alumni STFT Sinaksak?
Ke mana para alumni akan melangkah dan kontribusi apa yang dapat diberikan kepada almamater, Gereja, serta masyarakat di tengah perubahan zaman?
Ketua Umum Ikatan Alumni STFT Sinaksak, Febry Silaban, mengatakan, peringatan 40 tahun semestinya tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan masa lalu.
BACA JUGA:Gempuran Teknologi Intai Media Gereja, Pegiat Komsos Wajib Berbenah
“Mencintai almamater bukan hanya dengan mengenang masa lalu, tetapi juga dengan ikut memikirkan masa depannya,” ujar Febry.
Menurutnya, perjumpaan para alumni diharapkan menjadi energi baru untuk membangun jejaring, saling menguatkan, sekaligus merumuskan bentuk kontribusi konkret bagi keberlangsungan dan perkembangan STFT Sinaksak. Ad multos annos, STFT Sinaksak.