JAKARTA, Weradio.co.id - Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, mendukung keputusan wasit Michael Oliver untuk mengusir Phil Foden dalam kemenangan 1-0 timnya atas tuan rumah Manchester United. Namun, Maresca juga mengatakan bahwa kapten Man United, Bruno Fernandes, seharusnya juga diganjar kartu merah karena memicu insiden tersebut.
Gol Erling Haaland di babak kedua pada Derbi Manchester Liga Inggris di Old Trafford itu, disahkan setelah pemeriksaan Video Asisten Wasit atau VAR yang cukup lama terkait potensi offside. Disahkannya gol Haaland memastikan kemenangan Man City dalam derby Manchester ke-199.
Kemenangan ini membuat tim asuhan Maresca menyamai perolehan poin juara bertahan Arsenal di puncak klasemen Liga Premier Inggris 2026/2027 dan mempertahankan rekor kemenangan 100 persen mereka di awal musim ini.
Namun, Man City terpaksa bermain dengan 10 pemain selama lebih dari satu jam setelah Foden dikeluarkan pada menit ke-25 akibat menendang Fernandes.
Wasit Michael Oliver mengeluarkan kartu merah langsung untuk Foden—kartu merah pertama Man City saat melawan Man United di Liga Premier sejak 2006. Tetapi VAR tidak melakukan intervensi untuk menyarankan peninjauan ulang terhadap keterlibatan Fernandes.
Maresca menyatakan bahwa gelandang Manchester United itu beruntung lolos dari kartu merah meski terlihat menendang Foden saat pemain Inggris tersebut sedang terjatuh di tanah.
"Kartu untuk Phil memang kartu merah, tetapi, menurut saya, tindakan serupa yang dilakukan Bruno (Fernandes) juga layak diganjar kartu merah," ujar Maresca kepada para wartawan.
Pelatih asal Italia itu melanjutkan, "Setelah meninjau kejadian itu—dan saya langsung meninjaunya—itu jelas kartu merah bagi Phil karena itu adalah sebuah reaksi."
BACA JUGA:Arsenal Lanjutkan Tren Kemenangan, tapi Mikel Arteta Marah terhadap Keputusan Wasit
"Namun, Anda juga bisa melihat tindakan Bruno (terhadap Foden). Bagaimanapun, begitulah kenyataannya. Kartu merah, tapi kami menang," tukasnya.
Maresca menambahkan, "Tahun lalu saya berada di sini bersama Chelsea dan kami mendapat kartu merah setelah tiga menit, jadi kali ini saya berharap ceritanya akan berbeda."
"Kami memiliki rencana untuk permainan 11 lawan 11, tetapi setelah kartu merah itu, jalannya pertandingan berubah total—begitu pula bagi mereka," katanya.
"Mereka (Man United) menyukai permainan transisi dan memanfaatkan ruang di belakang pertahanan lawan, namun pertandingan menjadi lebih sulit bagi kedua belah pihak," ujar Maresca.