Persib baru saja memainkan Derby Indonesia melawan Persija Jakarta di Super League pada hari Sabtu, 12 September 2026. Lalu, mereka menempuh perjalanan jauh ke Seoul. Situasi ini, menurut pelatih asal Kroasia itu, cukup menguras energi dari Adam Alis dan kawan-kawan.
Kondisi ini membuat Igor Tolic dan staf kepelatihannya menyusun strategi yang sesuai dengan kondisi tim. Salah satunya dengan merotasi pemain.
"Sebenarnya, tidak mudah bagi kami untuk datang ke Seoul setelah menempuh perjalanan panjang. Kami juga baru kalah dalam derby," kata Tolic.
"Kami juga harus memastikan siapa saja pemain yang kondisinya bugar, dan kemudian menyesuaikan taktik pertandingan," lanjutnya.
"Kami sadar tidak bisa menerapkan high pressing atau menuntut performa ekstra," kata Tolic.
Dia menambahkan, "Kami memutuskan untuk menghemat tenaga, karena kami tidak tahu pemain yang sanggup bermain penuh 90 menit."
Pelatih berusia 49 tahun itu juga bersyukur FC Seoul tidak tampil dengan kekuatan terbaik saat memulai pertandingan. Ada delapan debutan di tim K League 1 itu. Baru setelah mereka tertinggal, Pelatih FC Seoul Kim Gi-dong mulai menurunkan sejumlah pemain utamanya.
"Kami sempat melihat kualitas permainan mereka di babak kedua. Tapi kami mampu membangun pertahanan yang solid," ucap Tolic.
"Begitulah sepak bola. Terkadang, saat ingin menang, kita justru gagal mencetak gol. Kami bertahan dengan baik-berkat kerja keras kiper, lini belakang, lini tengah, hingga lini depan," urai Tolic.
Kemenangan atas FC Seoul menempatkan Persib untuk sementara di posisi pertama Grup E, diikuti Melbourne Victory (Australia) yang bermain imbang 1-1 dengan The Cong-Viettel (Vietnam). FC Seoul jadi juru kunci.
Di pertandingan berikutnya Persib menjamu The Cong-Viettel di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 14 Oktober mendatang. Adaoun FC Seoul bertandang ke Melbourne Victory.