Industri kesehatan, kata Ana, menghadapi ekspektasi layanan yang semakin tinggi setelah pandemi, sementara persaingan untuk mendapatkan dan mempertahankan tenaga profesional, termasuk dokter dan perawat, juga semakin ketat.
Dalam konteks tersebut HR memiliki peran membantu membangun budaya kerja yang mendukung kualitas layanan dan keselamatan pasien. Pendekatan “Deliver Better Care” di Mayapada Healthcare Group menjadi contoh bagaimana berbagai aktivitas HR, mulai dari rekrutmen, asesmen, pengembangan pemimpin, peningkatan keterampilan, pengakuan, hingga manajemen kinerja, dapat diselaraskan dengan tujuan organisasi.
BACA JUGA:Bintang/Sofyan Lepas dari Tekanan untuk Melaju ke Babak 8 Besar Asian Games
Bagi Ana, nilai organisasi perlu diterjemahkan menjadi perilaku sederhana dan dapat diterapkan setiap hari. Perilaku tersebut mencakup kolaborasi, perhatian terhadap detail dan akurasi, tanggung jawab, serta empati.
4. Organisasi bergerak cepat dengan tetap tepat dan dapat diandalkan
Ana juga membagikan prinsip yang menjadi DNA baru organisasi, yaitu “fast, right, and reliable”. Menurutnya, kecepatan perlu diimbangi ketepatan agar hasil yang diberikan tetap dapat diandalkan.
Prinsip tersebut relevan bagi HR maupun pemimpin bisnis yang perlu merespons perubahan dengan cepat tanpa mengabaikan akurasi, kualitas, dan dampak keputusan terhadap manusia.
5. Terus belajar dan kembangkan kualitas manusia
Bagi para profesional dan pencari kerja, Ana menyarankan agar mereka terus memperbarui keterampilan sesuai perkembangan industri dan teknologi. Kecerdasan artifisial (AI) dapat membantu mempermudah pekerjaan dan meningkatkan produktivitas, namun pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan karakter, ketangguhan, dan kemauan untuk terus belajar.
BACA JUGA:Pasukan Garuda Ditahan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Bergema di SUGBK
Dia juga mendorong profesional muda menunjukkan energi, keberanian mengambil tantangan, serta komitmen menyelesaikan tanggung jawab.
Ana menilai pemimpin juga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan pertumbuhan orang-orang yang dipimpinnya. Melalui coaching dan mentoring, pemimpin dapat membantu anggota tim mengembangkan kerangka berpikir, membangun growth mindset, dan bertumbuh secara berkelanjutan.