Sebagian ingin mengetahui sejarah Eyang Yudo Kardono, sedangkan lainnya datang untuk berdoa, melakukan refleksi diri, atau menjalankan tradisi sesuai keyakinan masing-masing.
Ada pula masyarakat yang datang dengan harapan memperoleh kelancaran usaha, pekerjaan, jabatan, jodoh, maupun rezeki.
BACA JUGA:Budaya Betawi Masuk Kelas! GOCAP Nyamper ke Sekolah Sapa Generasi Muda
Harapan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi yang berkembang di masyarakat, bukan hasil yang dapat dijamin oleh keberadaan pesarean.
Selain area makam, kompleks ini juga memiliki sumur yang dianggap memiliki nilai khusus oleh sebagian pengunjung.
Berdasarkan penuturan yang disampaikan dalam wawancara, air sumur tersebut digunakan untuk keperluan tertentu dan tidak diperuntukkan sebagai air minum.
Bu Maya
Selain Sumali, Bu Maya juga disebut turut membantu menjaga kompleks pesarean pada siang hari.
Para penjaga memiliki peran dalam membantu pengunjung, menjaga ketertiban, serta menyampaikan informasi mengenai sejarah dan tradisi yang berkembang di lokasi tersebut.
Keterangan dari para penjaga menjadi bagian penting dalam memahami perjalanan pesarean dari waktu ke waktu.
Melalui cerita yang disampaikan secara turun-temurun, masyarakat dapat mengenal berbagai aspek kehidupan di kompleks makam, mulai dari sejarah tokoh yang dimakamkan hingga tradisi yang masih dipertahankan.
Bagi Tim Napak Tilas Sirnah Gali, wawancara tersebut menjadi kesempatan untuk menghimpun informasi langsung dari orang-orang yang selama bertahun-tahun berinteraksi dengan lingkungan pesarean.
BACA JUGA:Perjalanan Panjang Jasmine Merajut Pendidikan, Seni, dan Pengabdian dari Surabaya
Peninggalan Budaya Perlu Dijaga
Pesarean Eyang Yudo Kardono tidak hanya dikenal sebagai tempat ziarah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya.