Doa menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar manusia senantiasa diberi kebijaksanaan dalam menjalani tanggung jawabnya.
BACA JUGA:Misteri Gunung Padang Masuk Babak Baru, Penggalian Tembus 20 Meter
Perjalanan tersebut juga mempertemukan dua hal yang kerap berjalan berdampingan dalam kehidupan manusia, keyakinan dan tanggung jawab.
Keyakinan memberikan ruang bagi perenungan batin, sedangkan tanggung jawab menuntut setiap orang tetap berpijak pada kenyataan, menggunakan akal sehat, dan bertindak dengan bijaksana.
Kebenaran dan Ketulusan sebagai Bekal Pulang
Dari Partukkoan hingga Pusuk Buhit, perjalanan empat wartawan Jakarta itu menyisakan pesan yang lebih luas daripada pengalaman spiritual semata.
Keberanian mengatakan kebenaran, ketulusan membantu sesama, dan kesadaran akan keterbatasan manusia merupakan nilai yang relevan dalam kehidupan pribadi maupun pengabdian kepada masyarakat.
BACA JUGA:Fadli Zon Sebut Punden Berundak Gunung Padang Adalah Piramida Indonesia
Pesan Oscar Habeahan tentang penglihatan mata batin mengenai wabah menjadi bagian dari perbincangan yang mereka temui.
Sementara itu, ajakannya untuk membela kebenaran dan menolong tanpa pamrih menawarkan refleksi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, pada akhirnya, nilai sebuah perjalanan tidak hanya ditentukan oleh tempat yang didatangi atau pengalaman yang diceritakan setelah pulang.
Nilainya juga terletak pada bagaimana pesan yang diperoleh diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan.
BACA JUGA:Wujud Solidaritas, Koordinatoriat Wartawan Parlemen Gelar Doa Bersama di Senayan
Doa memberikan manusia ruang untuk berharap. Kebenaran menuntut keberanian. Dan, ketulusan mengajarkan bahwa hidup menjadi lebih bermakna ketika kehadiran kita membawa kebaikan bagi sesama.