Bagi Romo Yos, IKN tidak semata-mata dapat dilihat sebagai proyek pembangunan fisik. Kawasan tersebut merupakan bagian dari perjalanan bangsa menuju masa depan, sehingga pembangunan perlu tetap menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.
"IKN adalah ruang baru bagi bangsa Indonesia. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang gedung, jalan dan infrastruktur. Di balik semua itu ada manusia, ada keluarga, ada kehidupan dan ada harapan. Semua itu harus mendapat tempat," katanya.
Ia menegaskan, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan membangun infrastruktur modern, tetapi juga dari bagaimana pembangunan tersebut menghadirkan keadilan, persaudaraan, kesejahteraan, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Dalam perspektif iman Katolik, lanjutnya, pembangunan juga memiliki dimensi tanggung jawab terhadap ciptaan.
BACA JUGA:Doa Lintas Spiritualitas di Gunung Padang, Seruan Tobat Ekologis di Hari Bumi
Alam bukan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi, melainkan bagian dari rumah bersama yang harus dirawat.
"Kemajuan harus tetap manusiawi. Kita ingin melihat pembangunan yang membawa kesejahteraan, tetapi sekaligus menjaga lingkungan, menghormati martabat manusia dan memperkuat persaudaraan. Di situlah iman memberikan arah bagi pengabdian," tutur Romo Yos.
Iman dan Pengabdian Kebangsaan
Bagi OCI, kehadiran Gereja di tengah TNI dan Polri memiliki kekhasan tersendiri. Umat yang dilayani bukan hanya menjalankan profesi sebagai prajurit atau anggota kepolisian, tetapi juga menjalani panggilan sebagai pribadi beriman sekaligus warga negara.
Karena itu, pendampingan pastoral diarahkan untuk meneguhkan keseimbangan antara profesionalitas, integritas, kehidupan keluarga, iman dan tanggung jawab kebangsaan.
BACA JUGA:Jumat Kliwon, 10 Oktober 2025, Momentum Spiritual Paling Kuat di Gunung Padang
Romo Yos menilai, iman justru seharusnya semakin mendorong seseorang untuk menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab.
"Iman tidak membuat kita menjauh dari tanggung jawab kebangsaan. Justru iman harus membuat kita semakin bertanggung jawab, semakin jujur, semakin adil dan semakin siap melayani bangsa dan sesama," tegasnya.
Dalam konteks IKN, pesan tersebut menjadi semakin relevan. Pembangunan ibu kota baru membawa serta mobilitas manusia, perubahan sosial, dinamika institusi negara, serta tantangan kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Gereja, kata Romo Yos, tidak hadir untuk mengambil alih tugas negara. Gereja hadir memberikan pelayanan rohani, membangun persaudaraan dan ikut merawat nilai-nilai kemanusiaan.
BACA JUGA:Romo Yos Bintoro Serahkan Buku, KSAD Dukung Pelayanan Keuskupan TNI - Polri