JAKARTA, Weradio.co.id — Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) mengukir sejarah baru dalam dunia penerbangan militer.
Kapal induk USS Ronald Reagan (CVN 76) yang sedang berlayar di Samudra Pasifik berhasil mengendalikan pesawat nirawak (drone) pengisi bahan bakar MQ-25A Stingray yang berada di Illinois, Amerika Serikat, terpisah jarak sejauh 2.100 mil atau sekitar 3.380 kilometer.
Pengoperasian jarak jauh ini dilakukan melalui Pusat Peperangan Udara Nirawak (UAWC) di atas kapal induk dengan memanfaatkan stasiun kendali darat MD-5C serta jaringan satelit di orbit bumi rendah (low Earth orbit).
Uji coba ini menegaskan lompatan teknologi Angkatan Laut AS dalam mengendalikan armada nirawak dari jarak yang sangat jauh.
BACA JUGA:NASA Tuntaskan Simulasi Mars Tahap Kedua, Empat Kru Keluar dari Fasilitas Isolasi 31 Oktober 2026
MQ-25A Stingray buatan Boeing dirancang khusus sebagai pesawat pengisi bahan bakar udara (airborne refuelling tanker) pertama di dunia yang dioperasikan tanpa awak.
Pesawat ini dibekali mesin tunggal Rolls Royce AE 3007N dan mampu membawa tangki penyimpanan bahan bakar udara seberat 6.800 kilogram.
Kehadiran MQ-25A Stingray bertujuan mengambil alih peran pengisian bahan bakar di udara yang selama ini dibebankan kepada jet tempur F/A-18 Super Hornet. Dengan demikian, jet tempur tersebut dapat difokuskan penuh untuk misi pertahanan dan serangan tempur.
Meski fungsi utamanya adalah sebagai pengisi bahan bakar di udara, pesawat nirawak ini tetap dibekali kemampuan pengintaian, intelijen, pengawasan (ISR), serta titik tumpu (hardpoint) di bawah sayap yang mampu mengangkut rudal anti kapal.
BACA JUGA:Taklimat Presiden Republik Indonesia, Dankodaeral IV Teguhkan Soliditas dan Sinergi TNI Polri
Kontrak Rp 9 Triliun
Guna mendukung program ini, Boeing telah menerima kontrak senilai US$ 562 juta dolar AS (sekitar Rp 9 triliun) pada September lalu untuk memproduksi tiga unit MQ-25A Stingray. Pengiriman unit perdana dijadwalkan berlangsung pada 2029.
Secara keseluruhan, Angkatan Laut AS merencanakan pengadaan 76 unit MQ-25A Stingray dengan total anggaran mencapai US$ 13 miliar.
Pengujian lanjutan terhadap armada nirawak ini akan terus berlangsung di sejumlah fasilitas penerbangan Angkatan Laut AS dalam beberapa bulan mendatang.