JAKARTA, Weradio.co.id - Menghadapi El Clasico di kandang Barcelona pada pekan ke-10 kompetisi sepak bola La Liga Spanyol hari Senin dini hari WIB, 26 Oktober 2026, Pelatih Real Madrid José Mourinho menyatakan bahwa tim asuhannya dalam dinamika yang baik. Namun, Special One juga mengakui El Clasico memiliki dimensi berbeda. Apa yang terjadi sebelumnya tidak memiliki banyak arti.
"Kami berada dalam dinamika yang baik. Kami memenangi pertandingan, bermain bagus, mencetak gol... Tapi di El Clasico, hal itu tidak berpengaruh; itu adalah pertandingan yang berbeda. Dalam pengalaman saya dengan El Clasico dan derby, apa yang terjadi sebelumnya tidak memiliki banyak arti,” kata Mourinho sebagaimana dilansir laman RealMadrid.com seperti dibaca Weradio.co.id.
"Real Madrid-Barcelona berarti setidaknya dua El Clasico per musim, terkadang lebih. Tidak masalah siapa pelatihnya; yang paling penting adalah dimensi global dari El Clasico, yang unik. Ada derby penting lainnya di dunia sepak bola, tapi yang ini unik, dan biasanya, dunia pencinta sepak bola berhenti untuk menontonnya. Biarlah ini menjadi pertandingan yang hebat dan semoga kami menang," tukasnya.
Tidak adil bandingkan kedua tim
Special One, begitu Mourinho menjuluki dirinya sendiri, juga menilai kurang adil membandingkan Real Madrid (yang masih dalam tahap awal pembangunan tim di era barunya sejak musim panas 2026) dengan Barcelona yang sudah lebih dari dua tahun ditangani oleh pelatih asal Jerman Hansi Flick.
Mourinho mengungkapkan, mereka sudah bekerja keras selama tiga bulan. Para pemain datang setiap pekan, dan hampir tiga pekan yang mereka habiskan bersama tim nasional. "Kami sudah bekerja selama satu setengah atau dua bulan. Jauh dari produk akhir, kami adalah produk yang sedang dalam proses," katanya.
Dia melanjutkan, "Kami berada dalam fase di mana pelatih mulai mengetahui, menganalisis, dan menentukan jalur. Para pemain juga mulai mengenal pelatih mereka, cara bertindak dan memimpinnya. Membandingkan tim dalam kondisi ini dengan tim yang sudah bersama selama dua atau tiga tahun sepertinya tidak adil bagi saya."
"Lalu, ketika kami bermain kurang baik atau ketika hasilnya negatif, kritik adalah bagian darinya,” tambah pelatih asal Portugal itu.
Hormati Lamine Yamal
Sama seperti Real Madrid,menurut Mourinho, Barcelona juga punya banyak pemain bagus. Salah satunya adalah juara dunia Lamine Yamal. Namun, Mourinho menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah struktur atau rencana permainan mereka hanya untuk meredam satu pemain seperti pemain berusia 19 tahun asal Spanyol itu. Menurutnya, menghormati lawan adalah satu hal, tetapi melupakan identitas tim sendiri adalah hal yang berbeda.
BACA JUGA:Antonio Conte Angkat Bicara tentang Rumor Latih Manchester United dan Klaim 'Tuntutan Kendali Penuh'
"Baik di Madrid atau Barcelona, saya tidak dapat menemukan pemain yang tidak terlalu bagus; mereka semua sangat bagus," katanya.
"Dia (Yamal) pemain hebat, dan pemain hebat dihormati. Tapi, menghargai seseorang adalah satu hal; mengubah rencana, struktur, dan melupakan esensi diri sendiri adalah hal lain. Kami tidak akan melakukan itu terhadap dia atau lawan berkualitas tinggi lainnya," tegasnya.
Tidak peduli wasit El Elasico